Showing posts with label PERUMAHAN. Show all posts
Showing posts with label PERUMAHAN. Show all posts

Saturday, 31 May 2014

Warga Kampung Deret Anggap Jokowi Pemimpin Murni


Warga Kampung Deret Anggap Jokowi Pemimpin Murni
Senin, 26 Mei 2014 06:04 WIB

ist
Kampung Deret Petogogan di Kebayoran Baru Jakarta Selatan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kampung Deret Petogogan, di Kebayoran Baru Jakarta Selatan adalah salah satu wujud kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang cukup brilian.
Selain di Petogogan, kampung deret juga sudah dibangun di era kepemimpinan Jokowi-Ahok. Khusus Kampung Deret di Petogogan, diketahui terdapat sekitar 134 rumah yang tadinya sebagai pemukiman kumuh.
Lokasi Kampung Deret berada di belakang Kantor Walikota Jakarta Selatan, pemukiman warga yang dihuni empat Rukun Tangga di wilayah itu berada di tengah-tengah komplek pemukiman warga, dulu terlihat kumuh kini tampak tertata rapih.
Bukan hanya di Petogogan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga berencana membangun sekitar 74 titik kampung deret diseluruh DKI Jakarta. Pembangunan dilakukan dalam rangka menata pemukiman warga yang kumuh menjadi lebih baik, lebih bersih, dan lebih tertata rapih.
Lalu bagaimana pendapat warga kampung deret terhadap kebijakan yang telah diwujudkan oleh Jokowi? Pak Maska, (73 tahun) selaku salah satu tokoh masyarakat di RT 12/05 Kampung Deret membeberkan bahwa kondisi saat ini warga bisa merasakan suasana baru dipemukiman tempat tinggalnya yang sebelumnya kumuh.
“Ya bedanya sekarang lega ya, lebih bagus sekarang, masih nyaman yang sekarang kita pakai. Karena ini program Pemerintah DKI untuk diubah, ya kita ikuti jadi dirubah seperti ini,” kata Pak Maksa.
Dia menceritakan bahwa setelah dibangun kampung deret yang semuanya dirubah total mengungkapkan, dengan tempat tinggal yang sudah nyaman, harapan warga saat ini tinggal pengurusan surat-suratnya agar cepet selesai agar bisa hidup lebih tenang. Pak Maksa juga mengaku senang karena Kampung Deret Petogogan ini akan jadi proyek percontohan.
“Pokoknya, sebagian besar warga disini senang. Saya rasa sih sebenarnya senang semua. Jadi harapannya saya, Pak Jokowi tetap peduli sama rakyat kecil seperti saya ini,” ujarnya.
Terhadap Jokowi, pria asal dari Cirebon, Jawa Barat ini juga menceritakan bagaimana antusiasme warga.
“Waktu Menteri ada yang kesini saja warga tidak ada yang nonton, maksudnya biasa aja. Tapi waktu Jokowi kesini, waduuuhh, itu orang keluar semua, sampai Jokowi enggak bisa jalan itu, dari dulu itu mana ada Gubernur kesini-sini, cuma Jokowi saja yang kesini,” urainya.
Bagi Pak Maksa, Jokowi adalah sosok pemimpin yang masih murni. Àrtinya tidak ada belangnya.
“Kalau lain-lainnya itu banyak belangnya loh, tapi enggak usah kita utarakan ya yang jelas belangnya itu apa ya. Kalau Jokowi ini, wajib kita dukung. Soal menang atau tidak nanti, itu sih bagaimana takdir Tuhan,” jelasnya.
Pendapat sama disampaikan Pak Oman (79 tahun). Warga RT 11/05 itu mengaku sudah tinggal dari tahun 1953 di Jalan Wijaya I yang sekarang jadi lokasi Kampung Deret.
“Alhamdulillah lah, dari dulu sebenarnya sudah ramai ingin di bongkar, apalagi saya kan dulu tinggal ditanah pemerintah disini, dari dulu katanya mau dibongkar/digusur. Kan kita bingung mau tinggal dimana kalau di gusur. Alhamdulillah sekarang dibikin ini (Kampung Deret) dan diberikan Hak Milik (HGB) jadi kan sekarang saya bersyukur ada rumah untuk anak-anak saya disini,” katanya.
“Paling bagus lah, selama ada Jokowi ini dibangun. Dulu kan disini sudah mau digusur, pernah kebakaran waktu tahun 1983 disini, waktu gubernur dulu mah sudah macam-macam tuh, mau dibangun lah katanya, apalah.. Tapi enggak jadi-jadi, sekarang sih beda sama Jokowi,” tambahnya.
Menurut Oman, Jokowi memang sebagai pemimpin yang berpihak kepada rakyat, sehingga tidak akan berbeda dalam posisinya ketika menjadi walikota, gubernur, bahkan hingga presiden sekalipun.
“Jadi gubernur pantes, jadi presiden juga pantes. Soalnya dia enggak kaya orang tinggi gitu, dari dasar dulu baru keatas dia mah,” ungkapnya.
Bagaimana harapannya kalau Jokowi menjadi presiden?
“Ya lebih syukur lagi lah, yang penting lebih rajin lagi lah ke masyarakatnya,” jelasnya.
Terkait dengan pembangunan kampung deret ini, Jokowi sebelumnya mengungkapkan keyakinannya bahwa konsep pembenahan permukiman kumuh menjadi kampung deret dapat diterapkan di provinsi lain di seluruh Indonesia. Menurut Jokowi, yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian antara desain kampung deret dengan karakter serta identitas warga yang tinggal di suatu daerah. Jadi, kata dia, jangan sampai kedua hal itu diabaikan sehingga tujuan pembenahan permukiman kumuh malah tidak tercapai.
“Misalnya di masyarakat yang hidup dari pertanian desain rumah gimana, yang hidup dari laut gimana. Apa rumah panggung atau tidak, dindingnya tembok atau kayu,” ungkapnya.
Menurut Jokowi, yang paling penting dari konsep tersebut yakni membawa warga dari yang biasa hidup di tempat yang kumuh dan tidak layak ke tempat bersih, teratur, dan sehat.

Jokowi pun Dibuat Iri oleh Warga Rusun Marunda

KAMIS, 07 MARET 2013 | 03:47 WIB

Jokowi pun Dibuat Iri oleh Warga Rusun Marunda

TEMPO.CO , Jakarta - Enak nian jadi warga Rumah Susun Sewa Marunda, Jakarta Utara. Sudah dapat rumah dengan sekaligus isinya dengan gratis ditambah kebutuhan pokok rumah tangga, sekarang warga berkelimpahan pekerjaan cepat saji ala Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Sekali tunjuk, 250 warga langsung bisa bekerja di PT Kawasan Berikat Nusantara, perusahaan milik negara, mulai Kamis, 7 Maret, pagi.




Saking enaknya menjadi warga rusun, Jokowi sampai dibuat iri. "Kalo gitu, aku ke Marunda aja," kata Jokowi. Sontak, Direktur Utama PT KBN Sattar Taba, dan ratusan warga Rusun Marunda, tertawa mendengar perkataan Gubernur Jakarta itu.




Dalam acara pelepasan warga rusun yang akan menjadi pekerja KBN, Jokowi kembali mengingatkan warga rusun yang kebanyakan adalah warga yang terkena banjir beberapa waktu lalu.




Semula, banyak warga yang menolak menghuni rusun yang sudah dibangun sejak 2007 lalu. Selain banyak bangunan yang sudah mulai rusak, rusun juga bisa dibilang jauh sekali dari peradaban.




Begitu ditawarkan bisa menempati dengan gratis rusun, ditambah lagi ada fasilitas lengkap seperti tempat tidur, televisi, dan kulkas, masyarakat pun malah berebut ingin menempati rusun. Jokowi pun senang. "Sekarang lebih dari 2.000 warga yang di sana. Sekarang antre 500 lagi. Yang ada di sini harus bersyukur," ujar Jokowi.




Setelah diberi pekerjaan dengan mudah, Jokowi pun meminta warga untuk disiplin dalam bekerja. "Kalau masuk pukul 8, harus masuk. Kalau enggak disiplin ya sudah dipecat saja enggak apa-apa, Pak Dirut," kata Jokowi ke Dirut BKN.




Dia pun berbisik ke Sattar minta diberi tahu berapa besaran gaji yang bakal diterima warga. Setelah dapat angkanya, dia menilai gajinya terlalu besar. "Gajinya kok gede banget? Dari sini dijemput terus dibawa ke lokasi kerja. Enak banget," kata dia dan warga pun kembali tertawa.




Gaji yang diterima warga yang bekerja mencapai Rp 79 ribu per hari. Mereka diberikan kesempatan selama 3 bulan untuk menunjukkan kinerjanya di perusahaan tersebut.




Menurut Dirut KBN, Sattar Taba, 250 pegawai nantinya akan bekerja sebagai cleaning service di KBN. Penambahan pekerja di dua kantornya, KBN Marunda dan KBN Cakung, diperlukan agar pelayanan terhadap investor semakin meningkat.




"Kami selalu melakukan rembang dengan Pemerintah Jakarta. Di sana terungkap ada kebutuhan tenaga kerja. Kami pun coba mapping. Pas butuh, ya diambil-lah," katanya.




Erwin, warga Blok 5 Rusun Marunda, senang ketika diajak bekerja sebagai pekerja KBN. Lelaki yang sebelumnya bekerja di pelabuhan ini ingin bekerja sesuai dengan keinginan Jokowi. "Ke depannya, saya ingin kerja lebih baik lagi," kata dia.




SUTJI DECILYA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/07/214465536/Jokowi-Pun-Dibuat-Iri-Warga-Rusun-Marunda

Saturday, 10 May 2014

Jokowi Resmikan 40 Unit Kampung Deret Cilincing


Jokowi Resmikan 40 Unit Kampung Deret Cilincing
REPORTER : RUDI HERMAWAN | EDITOR : DUNIH | KAMIS, 08 MEI 2014 20:17 WIB | DIBACA 484 KALI



Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali meresmikan 40 unit kampung deret yang baru diselesaikan pembangunannya di Jalan Rekreasi, RW 04, Cilincing, Jakarta Utara. Program kampung deret di wilayah tersebut dilakukan untuk mengurangi kampung kumuh yang ada di Jakarta. Di mana setiap warga mendapat bantuan dana pembangunan maksimal sebesar Rp 54 juta dengan luas bangunan 36 meter persegi. Dana tersebut diberikan secara langsung kepada warga tanpa perantara, dengan pencairan selama dua tahap.


"Air sudah disurvei, sebentar lagi akan datang "

Dikatakan Jokowi, 40 unit kampung deret di Cilincing, Jakarta Utara, tersebut merupakan program tahun 2013. Sedangkan pada tahun anggaran 2014 akan dibangunan di wilayah yang sama sebanyak 70 rumah sehingga totalnya menjadi 110 rumah, dan semuanya berada di RW 04, Cilincing. Sedangkan terkait persoalan kekurangan air bersih akan direalisasikan dalam waktu dekat.



"Air sudah disurvei, sebentar lagi akan datang," kata Jokowi, Kamis (8/5).



Ia menambahkan, pembangunan kampung deret di Jakarta Utara dilakukan di 6 lokasi dengan target sebanyak 240 rumah. Sedangkan tahun 2014 jumlah yang mengajukan meningkat menjadi 1.800 rumah.



"Semoga warga bisa menjaga kebersihan kampung deret agar tidak kumuh lagi," harapnya.







KATEGORI