Showing posts with label pkb. Show all posts
Showing posts with label pkb. Show all posts

Friday, 5 September 2014

PDIP, PKB, dan Hanura Walk Out dari Pengambilan Keputusan UU MD3

Selasa, 08/07/2014 20:38 WIB
Adu Kuat Sebelum Pilpres
PDIP, PKB, dan Hanura Walk Out dari Pengambilan Keputusan UU MD3
Danu Damarjati - detikNews


Jakarta - Pengambilan keputusan atas Rancangan Undang-undang atas perubahan UU MD3 di rapat paripurna DPR diwarnai aksi walk out oleh fraksi dari partai koalisi pendukung Jokowi-JK, yakni PDIP, PKB, dan Hanura.

Mereka yang didominasi PDIP mengenakan baju hitam-hitam keluar ruangan dan akhirnya melambaikan salam dua jari. Mereka malah bernyanyi yel-yel kampanye Jokowi di luar sidang.

"Salam dua jari...," nyanyi mereka di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Aksi walk out ini disebabkan ketidaksetujuan mereka atas perubahan tata cara penetapan pemilihan Ketua DPR. Sebelumnya, pemilihan ketua DPR ditentukan lewat sistem proporsional, artinya partai dengan perolehan suara terbanyak berhak menempati posisi Ketua DPR. Namun aturan ini akan direvisi.

"PDIP secara tegas menyatakan tidak mengikuti pembicaraan tingat dua terhadap Rancangan UU ini," kata anggota DPR FPDIP Arief Wibowo mewakil fraksinya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding. Begitu pula Fraksi PKB yang diwakili Sekretaris Fraksi Hanif Dhakiri.

"Ini sikap politik yang harus dihormati," kata pimpinan rapat, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Saturday, 10 May 2014

PKB resmi koalisi dengan PDIP dan dukung capres Jokowi


PKB resmi koalisi dengan PDIP dan dukung capres Jokowi

Reporter : Anwar Khumaini | Sabtu, 10 Mei 2014 16:21




Kampanye PKB di Banyumas. ©2014 merdeka.com/chandra uwin

Merdeka.com - Setelah melakukan rapat pleno bersama antara jajaran Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro DPP PKB di Jombang. Semua pimpinan menyepakati bahwa PKB akan berkoalisi dengan PDIP dalam mengusung Capres Jokowi.

"Keputusan ini didasarkan atas maslahat kebangsaan dan kesejahteraan rakyat. PKB meyakini Jokowi akan mampu menjaga tegak dan utuhnya NKRI, pelaksanaan Islam ahlussunnah waljamaah dan peningkatan kesejahteraan rakyat seluruh indonesia," ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam rilisnya, Sabtu (10/5).

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin ini, pilihan dan keputusan PKB yang mendukung Jokowi dan berkoalisi dengan PDIP ini semata-mata karena ingin menciptakan pemerintahan yang kuat dan berwibawa serta efektif bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pilihan PKB ini didasarkan oleh masukan dari para kiai, pengurus DPP, dan konstituen PKB yang dimintai pandangan.

"Keputusan PKB ini murni didasari oleh keinginan menciptakan pemerintahan yang kuat, efektif dan efisien. Sebab kami sadar bahwa untuk membenahi Indonesia diperlukan kerja sama yang baik dan tulus antar semua komponen bangsa," terangnya.

Bersatunya PKB dan PDIP diharapkan akan mempermudah mewujudkan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa. Menurut Cak Imin, ini karena terbukti kerja sama dan gotong royong antar pemimpin, elit dan tokoh serta basis massa PKB dan PDIP ini sudah terjalin sejak zaman revolusi kemerdekaan bangsa ini, antara para kiai dan tokoh kaum nasionalis, antara para santri dan kaum marhaen, antara PNI dan NU serta antara Bung Karno dan Mbah Hasyim Asyari serta para sesepuh NU lainnya.

"PKB meminta setelah penetapan dukungan kepada Jokowi dan berkoalisi dg PDIP ini, semua keputusan strategis baik soal strategi pemenangan dan penentuan cawapres dapat dibahas bersama antar partai koalisi pendukung Jokowi," tutupnya.

Saturday, 3 May 2014

Sowan Sesepuh PKB, Jokowi Disuruh Baca Kitab Kuning

Sabtu, 03 Mei 2014 , 21:16:00

Sowan Sesepuh PKB, Jokowi Disuruh Baca Kitab Kuning




Joko Widodo


JOMBANG - Calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatunnasyi'in, Paculgowang, Jombang, Jawa Timur. Di sana, ia bertemu dengan pimpinan ponpes KH Muhammad Abdul Azis Mansyur yang juga ketua Majelis Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta restu Kiai Azis untuk menjadi capres. Permohonan restu diungkapkannya saat menggelar pertemuan tertutup dengan Kiai Azis.

"Saya merestui memang. Beliau menyatakan bahwa akan mencalonkan diri sebagai presiden, saya merestui," kata Kiai Azis kepada wartawan usai pertemuan, Sabtu (3/5) malam.

Guru dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ini menilai Jokowi sebagai sosok yang ramah dan merakyat. Kiai Azis juga terkesan dengan keterbukaan Jokowi dalam menerima nasihat dan kritik.

Saat pertemuan, Kiai Azis sempat memberi ceramah agama singkat kepada Jokowi. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta itu juga diperintahkan untuk membaca sebuah buku pelajaran agama berbahasa Arab atau yang lazim disebut kitab kuning.

"Pak Jokowi membaca Jam'ul Jawami', yang menjadi sumber pada fiqih sariat orang Islam," ucap Kiai Aziz.

Jokowi sendiri mengaku mendapat wejangan tentang kepemimpinan dari kiai sepuh itu. Ia pun mengaku siap mengamalkannya jika nanti terpilih sebagai presiden pada pilpres 2014.

"Tadi begini sudah banyak diberi wejangan oleh Kiai Aziz apabila nanti Allah mengizinkan memegang pimpinan nasional itu seperti apa, sudah dijelaskan dan saya memahami sekali apa yang beliau sampaikan," kata Jokowi.(dil/jpnn)

KATEGORI