Showing posts with label gerindra. Show all posts
Showing posts with label gerindra. Show all posts

Monday, 2 June 2014

Adik Prabowo Jadi Pembina Kristen Gerindra

MINGGU, 02 DESEMBER 2012 | 15:15 WIB
Adik Prabowo Jadi Pembina Kristen Gerindra


Hashim Djojohadikusumo. TEMPO/ Panca Syurkani

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya hari ini melantik kepengurusan baru organisasi sayap partai, Kristen Indonesia Raya. Dalam susunan kepengurusan baru hingga 2016 ini, Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik Prabowo Subianto ditunjuk sebagai anggota Dewan Pembina. "Kepengurusan ini disetujui dan disahkan oleh Prabowo," kata Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, Sabtu, 1 Desember 2012.

Menjelang pemilihan presiden 2014, Hashim memang terlihat lebih aktif di partai. Beberapa waktu lalu, Hashim juga rajin menggelar pertemuan di Amerika Serikat untuk menggalang dukungan pencapresan Prabowo. Bahkan, pengusaha tambang ini telah mendirikan sebuah lembaga penelitian politik, bekerja sama dengan lembaga penelitian di Amerika.

Selain melantik Hashim, Prabowo yang didampingi Ketua Umum Gerindra, Suhardi, juga melantik pengurus Dewan Pembina, Dewan Penasihat, dan Dewan Pimpinan Pusat. Di jajaran Dewan Pembina juga ada nama Mayjen TNI (Purn) Glenny Kauripan, Brigjen TNI (Purn) Abraham Octavianus Atururi, Martin Hutabarat, dan Pius Lustrilanang. Sedangkan Ketua Umum Kira dijabat Murphy Hutagalung.

Menurut Muzani, dalam program kerjanya, Kira yang punya kepengurusan di 33 provinsi, bertekad mensukseskan Gerindra dalam meraup suara pada pemilu 2014. Bahkan, Kira juga menargetkan untuk memenangkan Prabowo Subianto sebagai capres pada 2014. Gerindra juga melantik pengurus Kira di calon Provinsi ke-34, Kalimantan Utara.

IRA GUSLINA SUFA

http://www.tempo.co/read/news/2012/12/02/078445400/Adik-Prabowo-Jadi-Pembina-Kristen-Gerindra-

Tuesday, 13 May 2014

Gerindra Mulai Gencar Lobi Elite Amerika

SABTU, 13 OKTOBER 2012 | 07:07 WIB
Gerindra Mulai Gencar Lobi Elite Amerika


Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi (tengah) didampingi Sekretaris Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani (kiri) saat melakukan proses pendaftaran partai politik peserta pemilu 2014 di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Senin (3/9). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Washington DC - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, Suhardi, mengaku sudah menemui sejumlah tokoh berpengaruh di Amerika Serikat selama lawatannya ke sana, pekan ini.

"Saya tidak bisa sebut semua, tapi mereka semua tokoh penting di sini," kata Suhardi, di sela peresmian The Sumitro Djojohadikusumo Center for Emerging Economics in Southeast Asia (SDCEESEA) di Washington DC, Selasa, 9 Oktober 2012.

Menurutnya, tujuan kedatangannya ke AS memang terkait dengan upaya meluruskan persepsi soal partainya. "Kedatangan kami untuk membuka mata dunia, bahwa tujuan kami itu tidak sejelek yang mereka bayangkan," katanya.

Suhardi mengaku sudah berada di Negeri Abang Sam sejak tiga hari sebelumnya dan agendanya dipenuhi pertemuan dengan tokoh-tokoh teras di Ibu Kota Amerika Serikat itu. "Respons mereka positif, banyak yang ingin datang ke Indonesia dan menemui Pak Prabowo langsung," kata Suhardi.

Isu keterlibatan Prabowo dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM di Indonesia, kata Suhardi, justru sama sekali tidak muncul dalam berbagai pertemuan elite Gerindra dengan tokoh-tokoh AS. "Justru kami yang menyinggung duluan masalah ini," katanya sambil tersenyum.

Kepada mereka, Suhardi menunjukkan hasil polling terbaru di Indonesia yang menyimpulkan bahwa hanya 0,1 persen responden yang mempertanyakan latar belakang Prabowo soal pelanggaran HAM. "Kami tegaskan kalau hanya melihat masa lampau, kapan kita melihat ke depan?" kata Suhardi.

VICTORIA SIDJABAT (WASHINGTON DC)

Sunday, 11 May 2014

Ditanya Kasus HAM, Capres Gerindra Ini Bungkam


PRABOWO CAPRES
Ditanya Kasus HAM, Capres Gerindra Ini Bungkam
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (JIBI/Antara/dok)

Minggu, 11 Mei 2014 13:32 WIB | Tegar Arys Fadly/JIBI/Bisnis |

Solopos.com, JAKARTA - Calon presiden (Capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak bersedia memberikan komentar terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM) 1997/1998 yang diduga melibatkan dirinya.

Ditemui di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (11/5/2014), Prabowo memilih bungkam dan berjalan meninggalkan wartawan menuju mobil pribadinya.


Kasus pelanggaran HAM diprediksi akan menjadi. Ganjalan bagi pencapresan Prabowo. Saat peristiwa itu terjadi, Prabowo menjabat sebagai Pangkostrad. Gaduhnya kondisi politik nasional dan gaung reformasi membuat banyak aktivis melakukan aksi. Presiden Soeharto kala itu memerintah dilakukannya pemulihan keamanan oleh militer.

Sejumlah aktivis diambil secara paksa. Beberapa diantaranya dikembalikan setelah disekap di suatu tempat, namun tidak sedikit aktivis yang sampai saat ini tak diketahui keberadaannya. Ada 13 aktivis yang hilang hingga kini. Mereka adalah Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin dan Abdun Nasser.

Sementara itu dalam sambutan pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat, Prabowo yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI), menekankan kepada generasi muda untuk selalu mengamalkan nilai-nilai luhur pencak silat, serta sebisa mungkin berjiwa sebagai seorang pendekar.


“Pencak silat mendidik setiap anak bangsa untuk percaya kepada diri sendiri, percaya pada bangsa sendiri, percaya pada kekuatan sendiri dan tidak takut pada bangsa lain,” kata Prabowo.

Tak lupa, mantan Danjen Kopasus ini juga menyinggung tentang maraknya kasus korupsi di Indonesia. Menurutnya, seorang pendekar tidak akan pernah melakukan berbagai penyimpangan, termasuk melakukan korupsi.

“Pencak silat mengajarkan nilai-nilai luhur, nilai-nilai pendekar. Pendekar itu jujur, tidak akan jadi koruptor. Pendekar membela rakyat yang lemah,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Prabowo ditemani oleh seluruh pengurus PB IPSI. Diantaranya adalah pengurus IPSI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo dan pengurus IPSI yang juga Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli.

Wednesday, 7 May 2014

Pengamat: Prabowo-Ical Tak Menarik, Sama-sama Bermasalah


Pengamat: Prabowo-Ical Tak Menarik, Sama-sama Bermasalah


07 Mei 2014 15:14


Ketua Umum partai Golkar Abu Rizal Bakrie berjabat tangan dengan Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto usai pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 90 menit di Jakarta, Selasa (29/4/14). (Liputan6.com/Andrian M. Tunay)

Liputan6.com, Jakarta - Hubungan antara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memasuki babak baru. Hal itu menyusul pernyataan Ical yang mengisyaratkan bersedia menjadi cawapres Prabowo pada Pilpres 9 Juli.

Tak semua menganggap positif langkah tersebut. Menurut Direktur Eksekutif IndoStrategi Andar Nubowo, jika benar terjadi, koalisi antara Prabowo dengan Ical itu justu berdampak negatif.

"Sampai sekarang belum ada deal koalisi. Namun, jika Prabowo-Ical berpasangan, tidak menarik publik. Pasangan ini 'mati kutu'," kata Andar kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Andar menganggap, kedua tokoh tersebut masih menyisakan persoalan hukum yang dipandang sebagai masalah besar bagi sebagian masyarakat Indonesia.

"Dua-duanya dianggap bermasalah menurut publik. Prabowo dengan kasus HAM, Ical dengan lumpur Lapindo dan juga plesiran Maladewa," ungkap Andar.

Kemudian, lanjut Andar, jika melihat posisi elektabilitas keduanya, Ical selalu berada di bawah Prabowo. Ia menambahkan, "Dari sisi elektabilitas, Ical seleau di posisi rendah. Padahal, yang dibutuhkan Prabowo adalah cawapres yang dapat menambal kekurangannya dan juga meningkatkan elektabilitas."

"Dan Ical sendiri di Golkar kan juga sedang diperdebatkan pencapresannya. Dua orang ini punya status yang setara, kelas berat, dan tokoh puncak di partainya masing-masing," imbuh Andar. (Yus)(Rochmanuddin) ;

- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2046735/pengamat-prabowo-ical-tak-menarik-sama-sama-bermasalah#sthash.TaT7cajT.dpuf

KATEGORI