Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Tuesday, 29 April 2014

Prestasinya JOKOWI sewaktu masih menjadi wali kota solo.

Trah Limansantoso
50 mins


..... Prestasinya JOKOWI
sewaktu masih menjadi wali kota solo.....

*.900 PKL diajak negosiasi sambil makan biar pindah ke tempat yang disediakan dan berhasil
*.Membangun pasar tradisional Solo jadi bagus dan bergengsi
*.Bikin trotoar lebar 3 meter sepanjang 7km di jalan-jalan utama Surakarta
*.Revitalisasi taman Belakambang, Sriwedari dan bikin Solo Techno Park
*.Bikin regulasi ngga boleh nebang pohon sembarangan lagi di Solo
*.Rebranding kota Solo dengan tagline "The Spirit of Java" yang keren banget sampe di appraise internasional
*.Promosiin Solo jadi kota sentral di pulau Jawa
*.Mempopulerkanbudaya inspeksi langsung ke lapangan atau blusukan di Solo
*.Ngelarang keluarga dan sodaranya bidding buat trayek kota Solo, biar ngga kolusi
*.Healthcare!
*.Transportasi publik di Solo kayak Railbus.
*.Menolak suap, as simple as that.
*.Ngga mau lagi ada mall di Solo, tapi pasar tradisional yang dibagusin.
*.Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia
Spoiler foraward kota solo selama leadership jokowi
*.Piala dan Piagam Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia (2009), untuk kinerja kota dalam penyediaan sarana Pelayanan Publik, Kebijakan Deregulasi, Penegakan Disiplin dan Pengembangan Manajemen Pelayanan
*.Piala Citra Bidang Pelayanan Prima Tingkat Nasional oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia (2009)
*.Penghargaan dari Departemen Keuangan berupa dana hibah sebesar 19,2 miliar untuk pelaksanaan pengelolaan keuangan yang baik (2009)
*.Penghargaan Unicef untuk Program Perlindungan Anak (2006)
Indonesia Tourism Award 2009 dalam Kategori Indonesia Best Destination dariDepartemen Kebudayaan dan Pariwisata RIbekerjasama dengan majalah SWA.
*.Penghargaan Kota Solo sebagai inkubator bisnis dan teknologi (2010) dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI).
*.Grand Award Layanan Publik Bidang Pendidikan (2009)
*.5 kali Anugerah Wahana Tata Nugraha (2006-2011) – Penghargaan Tata Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Umum.
*.Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala dari DepKes (2009).
Kota Terfavorit Wisatawan 2010 dalam Indonesia Tourism Award 2010 yang diselenggarakanKementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
*.Pemerintah Kota Solo meraih penghargaan kota/kabupaten pengembang UMKM terbaik versi Universitas Negeri Sebelas Maret alias UNS SME’s Awards 2012.
*.Penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu kota terbaik penyelenggara program pengembangan mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) 2011.
*.Penghargaan Langit Biru 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kategori Kota dengan kualitas udara terbersih.
Penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam bidang Pelopor Inovasi Pelayanan Prima (2010).
Di Jakarta:
*.Ngelantik jadi gubernur ngga perlu gengsi, efisiensi biaya
*.Birokrasi protokoler diganti jadi blusukan-oriented
*.Membuka kantor balai kota untuk rakyat
*.Berani mecat pegawai-pegawaibirokrat yang ribet kayak Anas Effendi
*.Mereformasi Satpol PP dan cara kerjanya
*.Digitalisasi layanan pemprov
*.KJS & KJP
*.Peremajaan bis-bis, dari kopaja sampe transjakarta
*.Berani copotin jabatan kepala sekolah ngawur
*.Lelang jabatan, biar yang mau dan berkompeten bersaing secara jujur
*.Relokasi pedagang dan penduduk bantaran tanpa konflik
*.Transparansi anggaran lewat website!
*.Revitalisasi taman-taman, danau, rusun sampe fasilitas publik.
Award pribadi
*.10 Tokoh di Tahun 2008 oleh Majalah Tempo
*.He was awarded the Bintang Jasa Utama by President Susilo Bambang Yudhoyono.
*.Juara 3 walikota terbaik di dunia.
*.The Leading Global Thinkers 2013 Award dari majalah Foreign Policy
*.Walikota terbaik bulan februari 2013 dari The City Mayors Foundation dari London
*.Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta Award
*.Bung Hatta Anticorruption Award (2010)
*.Charta Politica Award (2011)
*.Wali Kota teladan dari Kementerian Dalam Negeri (2011)
*Jokowi was listed by Fortune (magazine) as one of the 'The World's 50 Greatest Leaders (2014).

https://www.facebook.com/groups/394676687247866/permalink/675573399158192/

Saturday, 26 April 2014

Jokowi Anggap Wajar Adanya "Mark-Up" Dana

Jokowi Anggap Wajar Adanya "Mark-Up" Dana

Selasa, 22 April 2014 | 21:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membenarkan adanya anggaran yang tercatat dua kali di dalam APBD 2014 ini.

Jokowi pun menilai wajar jika ada anggaran yang "dobel" dan digelembungkan bisa lolos dari dinas dan DPRD DKI Jakarta. Sebab, ada 62.000 lebih mata anggaran yang tercantum di APBD 2014. Apalagi, verifikasi setiap mata anggaran dilakukan secara manual.

"Tidak mungkin dicek satu per satu. Tapi kalau ada yang seperti ini, ya berarti mau tidak mau harus detail dinasnya," lanjut Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi menyatakan punya cara untuk mengatasi dobel mata anggaran tersebut. Pertama, ia telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengunci mata anggaran yang ditemukan dobel atau di-mark up.

Jokowi mengaku tidak mengetahui total jumlah mata anggaran yang bermasalah itu. "Nanti diganti di APBD Perubahan, akhir 2014 untuk sesuatu yang bermanfaat, riil, dan konkret," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2014) petang.

Sebelumnya diberitakan, temuan penggelembungan anggaran atau anggaran ganda tidak hanya terjadi di Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum, tetapi juga di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya. Nilainya mencapai Rp 1,8 triliun dari total anggaran Rp 72 triliun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Endang Widjajanti mengatakan, biasanya duplikasi anggaran ini terjadi di unit kerja serumpun.

"Misalnya banyak program serupa dengan Dinas Pelayanan Pajak, Dinas Pekerjaan Umum dengan Dinas Perumahan Gedung Pemda DKI, Dinas Perhubungan, Dinas Tata Ruang dengan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B)," kata Endang.


Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Farid Assifa




Friday, 25 April 2014

Jokowi: Waduk Brigif Akan Kurangi Banjir di Petogogan


Jokowi: Waduk Brigif Akan Kurangi Banjir di Petogogan
Kamis, 24 April 2014 14:59 WIB


Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo siang ini, Kamis (24/4/2014) memantau proses pembangunan waduk Brigif di Jalan Aselih, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengungkapkan, pembangunan waduk Brigif di Jalan Aselih, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatanmemberikan efek positif bagi wilayah-wilayah yang ada di Jakarta Selatan.

"Waduk Brigif ini akan mengurangi genangan dan banjir di Jakarta Selatan," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi usai memantau waduk Brigif, Kamis (24/4/2014).

Jokowi yang juga sebagai bakal calon presiden dari PDI Perjuangan ini mengungkapkan, waduk Brigif akan mengurangi dampak banjir di wilayah Petogogan yang kerap banjir apabila hujan tiba.

Selain petogogan, mantan Walikota Solo ini mengatakan waduk Brigif juga memberikan dampak positif bagi wilayah lain seperti Mampang, kawasan Walikota Jakarta Selatan dan Bendungan Ilir.

"Karena ini akan mengurangi aliran air (debit air) di kali krukut," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, waduk Brigif ini ditargetkan selesai dalam waktu 7 bulan kedepan. Rencananya, waduk ini akan dibangun seluas 10,3 hektar dengan kedalaman hampir sama dengan waduk-waduk lainnya, yakni 3 sampai 4 meter

Wednesday, 16 April 2014

Ini Buntut Dahlan Iskan Gebrak Meja Saat Rapat Pertamina dan PLN


Ini Buntut Dahlan Iskan Gebrak Meja Saat Rapat Pertamina dan PLN
Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Kamis, 17/04/2014 11:34 WIB



Jakarta -Kamis 10 April 2014 lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan marah saat rapat dengan direksi Pertamina dan PLN, yang membahas kesepakatan harga pembelian listrik oleh PLN dari pembangkit panas bumi (geothermal) milik Pertamina. Apa buntutnya?

Dahlan mengatakan, saat ini dia meminta direksi Pertamina dan PLN untuk menyelesaikan kesepakatan jual-beli listrik panas bumi dalam waktu seminggu.

Mantan bos PLN ini menilai, ego antar dua BUMN tersebut sangat tinggi, sehingga membuat kepentingan negara di dalam penyediaan listrik jadi terganggu.

"Kendalanya adalah penyakit mewabah di Indo. Ego sektoral. Direksi Pertamina, PLN betul. Keduanya pertahankan benarnya sendiri, jadi negara yang tersandera," kata Dahlan usai rapim BUMN di kantor pusat PT Reindo, Jakarta, Kamis (17/4/2014).

Dahlan memberi tugas kepada Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur BUMN Dwijanti Tjahjaningsih menyusun waktu pertemuan dalam 1 minggu ke depan. Pertemuan tersebut untuk menyepakati perjanjian jual beli pembangkit listrik tenaga panas bumi.

"Kita putuskan. Kementerian BUMN nggak peduli. Yang penting jadwal. Kapan PLN dan Pertamina tandatangani PPA di 9 geothermal. Dalam seminggu, jadwal penandatangan PPA di lokasi A, B, C. Caranya terserah," jelasnya.

Bila dalam 1 minggu ke depan tidak ada kepastian tanda tangan jual-beli ini, Dahlan akan menjatuhkan sanksi kepada direksi kedua BUMN energi tersebut.

"Silakan kalau nggak diatur. Kalau seminggu nggak ada, maka akan ada sanksinya," terangnya.

Dahlan mengaku heran atas sikap direksi PLN dan Pertamina. Karena Indonesia memiliki potensi besar di dalam energi panas bumi. Selain potensi, pasar listrik Indonesia juga sangat jelas.

"Negara ini memiliki potensi terbesar geothermal terbesar dunia. Geothermal di bawah Pertamina. Pertamina, nggak bisa jual selain ke PLN. Kalau nggak sepakat. Ini memalukan. Akal sehat nggak masuk akal karena kemampuan ada, barang ada, penjual ada, pembeli ada. Yang perlu itu orang se-Indonesia," paparnya.
(feb/dnl)

Jokowi resmikan Terminal Bus Manggarai gaya baru


Jokowi resmikan Terminal Bus Manggarai gaya baru

Rabu, 16 April 2014 21:27 WIB | 6752 Views

Pewarta: Rr. Cornea Khairany


Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Bus Manggarai, Jakarta Selatan yang telah selesai direvitalisasi.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Revitalisasi Terminal Bus dalam kota Manggarai diresmikan," kata Jokowi dalam acara peresmian di Terminal Bus Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu.

Menurut dia, terminal yang dibangun dengan gaya arsitektur kolonial itu nantinya akan terintegrasi dengan halte Transjakarta dan Stasiun Kereta Api Manggarai melalui akses jembatan penyeberangan.

"Di terminal ini, seluruh moda transportasi itu akan kita integrasikan satu sama lain. Dengan begitu, tidak ada lagi calon penumpang yang memiliki kebiasaan suka memberhentikan angkutan umum di sembarang tempat," ujar Jokowi.

Selain Terminal Bus Manggarai, dia menuturkan pihaknya juga akan merevitalisasi sejumlah terminal bus lain, diantaranya Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kali Deres dan Terminal Rawamangun.

"Bukan itu saja, Terminal Pinang Ranti, Terminal Kampung Melayu dan Terminal Klender juga akan kita revitalisasi. Sehingga, calon penumpang merasa nyaman ketika menunggu busnya datang," tutur Jokowi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengungkapkan dengan diperbaruinya terminal tersebut, maka diharapkan calon penumpang dapat lebih teratur saat hendak naik angkutan umum.

"Kita berharap tidak ada lagi penumpang yang memberhentikan angkutan di sembarang tempat. Jadi, semuanya lebih teratur, tidak ada yang seenaknya. Apalagi, terminal ini juga dilengkapi dengan fasilitas modern berupa tangga eskalator, sehingga penumpang semakin nyaman," ungkap Akbar.

Terminal bus yang menghabiskan dana sebesar Rp12,5 miliar untuk pembangunannya itu terdiri dari empat lantai. Di lantai satu terdapat ruang tunggu untuk penumpang, di lantai dua tersedia food court dan mushola.

Sedangkan dua lantai diatasnya lagi, disediakan pusat jajan makanan dan

minuman atau food court, mini market, mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta ruang pengawasan. (*)

Berita terkait : Foto2 Terminal Manggarai setelah di Modernisasi Jokowi

Thursday, 3 April 2014

Relawan Akan Desak Megawati untuk Usung Jokowi


Relawan Akan Desak Megawati untuk Usung Jokowi
Sabtu, 07 September 2013, 21:29 WIB

Antara

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
A+ | Reset | A-



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Nasional Relawan Jokowi Ahmad Khoiron Mustafit mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah layak menjadi capres dari PDI Perjuangan.

"Jokowi memiliki modal utama untuk masuk dalam bursa pencapresan. Alasannya, saat ini ia memiliki dukungan dan kepercayaan dari masyarakat," kata Ahmad, di Jakarta, Sabtu (7/9).

Menurutnya, Jokowi telah menunjukan diri sebagai seorang sosok pemimpin yang bersih. Hingga saat ini belum ditemukan rekam jejak yang signifikan yang mempengaruhi elektabilitasnya sebagai seorang calon orang nomor satu Indonesia.

"Ia relatif tidak memiliki dosa sosial pada waktu lampau dan hadir sebagai seorang pemimpin yang bersahaja dalam kesehariannya," kata dia.

Jokowi sebelumnya mendapatkan kesempatan membacakan tulisan dari Presiden Sukarno yang berjudul "Dedication of Life" pada Rakernas PDI Perjuangan III.

Bagi Ahmad, kepercayaan untuk membacakan teks karya presiden pertama Indonesia itu merupakan petanda positif bagi mantan wali kota Surakarta untuk menjadi capres dari partai berlambang kepala banteng tersebut.

"PDIP sudah seharusnya mempercayakan mandat regenerasi capres kepada Jokowi. Dia telah dianggap oleh Megawati sebagai figur yang memiliki getaran seperti proklamator Bung Karno," kata Direktur Eksekutif The Veteran Center itu.

"Jokowi merupakan representasi rakyat yang melawan birahi para pemimpin parpol yang tidak berkemampuan," ujarnya.

Ahmad mengatakan, akan mendesak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri berikut fungsionarisnya agar mencapreskan Jokowi.

"Bahaya jika nanti tidak mencapreskan Jokowi karena dapat membahayakan internal partai. Terlebih ada dukungan yang kuat dari sejumlah kader yang ikut rakernas kali ini," kata dia.

Saturday, 7 September 2013

Looming Syria vote prompts protests

WASHINGTON (AP) — Anti-war protesters gathered outside the White House on Saturday to voice their opposition to a U.S. military strike in Syria, calling their picket line one that Congress shouldn't cross as it prepares to vote on the issue.
At least 150 protesters picketed the sidewalk in front of the White House and marched to Capitol Hill, chanting slogans like "They say more war; we say no war" and carrying signs that said a war on Syria would be "Built on a Lie."
"There is a grass-roots uprising against the Democrats and the Republicans," said Medea Benjamin, a founder of the anti-war group Code Pink. "We do not want another war," she said, underscoring the broad public sentiment against U.S. military strikes on Syria.
Many lawmakers in both parties oppose Obama's request for Congress to authorize using military force against Syria for a deadly Aug. 21 chemical gas attack the Obama administration blames on President Bashar Assad. Citing intelligence reports, the administration reported 1,429 people died, including 426 children.
The Senate Foreign Relations Committee cleared the authorization measure earlier this week and the first votes by the full Senate could come Wednesday.
Concerns over military action spawned other protests across the country, including one in New York City's Times Square and a prayer vigil in Boston that echoed Saturday's massive gathering at the Vatican.
In New York, anti-Wall Street activists joined the protest along with some Syrian expatriates who said they supported the Assad regime. Some protesters carried signs saying, "No more wars for corporate profit," and "Cut the Pentagon, not food stamps."
In Indianapolis, about 150 protesters clustered around the Indiana Statehouse in a church-organized protest opposing military intervention. Other protests were reported in Louisiana and Michigan.
Benjamin, who earlier this year interrupted Obama several times as he delivered a speech on national security, said a cross-section of Americans, many of whom disagree on a variety of issues, are united against military intervention.
"We have suddenly found ourselves united as Americans, overwhelmingly saying we will not let you drag us into another war," Benjamin shouted into a megaphone in front of the White House.

KATEGORI