Showing posts with label waduk. Show all posts
Showing posts with label waduk. Show all posts

Monday, 30 June 2014

Kementerian PU akan Bangun dua Waduk Atasi Banjir Jakarta


Kementerian PU akan Bangun dua Waduk Atasi Banjir Jakarta
Senin, 20 Januari 2014 14:46 WIB


Warta Kota/Alex Suban

Wisatawan lokal melihat tinggi air di Bendung Katulampa, Bogor, Sabtu (18/1/2014) siang. Saat itu tinggi permukaan air di bendung ini berada di 100 sentimeter atau siaga III. Debit air berkurang dari malam sebelumnya yang mencapai 180 sentimeter atau siaga II.. (Warta Kota/alex suban)



TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mohamad Hasan mengatakan, pihaknya akan membangun dua waduk di kawasan Jawa Barat dalam rangka serangkaian antisipasi banjir Jakarta.

"Untuk mempercepat upaya banjir yang sedang berjalan, kami akan bangun dua waduk baru di hulu Ciliwung, yaitu Sukamahi dan Ciawi," ujar Mohamad usai rapat di kantor Pemantauan Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2014).

Mohamad menjelaskan, pembangunan dua waduk di hulu Kali Ciliwungtersebut akan dilaksanakan pada awal Tahun 2015. Rencananya akan menggunakan anggaran dari APBN.

"Sejauh disetujui oleh DPRD DKI, akan ditanggung oleh Pemprov DKI," kata Mohamad.

Selain itu, Mohamad melanjutkan, pihaknya juga akan mengerjakan perbaikan di situ-situ yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Pihaknya juga akan menerbitkan Peraturan Menteri PU dengan memberikan kewenangan kepada Kabupaten/Kota.

"Berikutnya, kami akan membuat sodetan dengan membuat terowongan sepanjang 1,2 kilometer, dengan debit air 200 m3/detik," kata Mohamad.
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2014/01/20/kementerian-pu-akan-bangun-dua-waduk-atasi-banjir-jakarta

Wednesday, 14 May 2014

Berubah! Ini 3 Waduk di Jakarta dari Kumuh Jadi Cantik


Berubah! Ini 3 Waduk di Jakarta dari Kumuh Jadi Cantik



Normalisasi waduk di Jakarta terus berjalan sebagai bagian dari penanganan bencana ekologis banjir. Beberapa waduk tampak sudah beralih rupa jadi cantik dan siap menjadi penampung air. Ini 3 di antaranya.



1. Waduk PluitBantaran Waduk Pluit yang dulu penuh dengan rumah bedeng ilegal dan kumuh kini berubah. Warga kini dapat menikmati bantaran waduk yang sudah berubah menjadi taman yang cantik, yang menurut pengunjung mirip seperti di Amsterdam.

Dalam foto di atas, bagian atas adalah penampakan bantaran Waduk Pluit dari udara yang diambil fotografer detikcom, Agung Pambudhy, pada 17 Mei 2013 lalu. Bantaran dipenuhi hunian bedeng ilegal hingga menutup sebagian permukaan danau.

Pemprov DKI mencanangkan normalisasi Waduk Pluit sejak Februari 2013. Normalisasi itu bertujuan untuk mengembalikan fungsi waduk sebagai pengendali banjir dan resapan air.

Dan foto di bagian bawah, adalah penampakan bantaran Waduk Pluit, yang diambil fotografer Agung Pambudhy pada 30 April 2014 lalu. Ada papan nama yang menunjukkan bahwa bantaran waduk kini menjadi 'Taman Waduk Pluit'. Setiap hari warga bersantai sambil menikmati matahari tenggelam di area ini.



2. Waduk Sunter Selatan
Gambar di atas adalah penampakan Waduk Sunter Selatan yang diambil oleh fotografer detikcom, Grandyos Zafna, setelah dibersihkan pada Senin, 12 Mei 2014 lalu. Permukaan danau tampak tenang dan bersih. Waduk itu sudah menjalani proses normalisasi yang sudah selesai.

Bandingkan dengan gambar di bawahnya, yang diambil oleh fotografer yang sama pada Juli 2013. Waduk Sunter Selatan tampak menjadi 'lautan' enceng gondok.



3. Waduk Ria Rio
Waduk Ria Rio di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, ini memiliki luas 25 hektar. Sebelumnya, sekitar 5 hektar diduduki hunian ilegal oleh warga. Selain itu, waduk itu 'dijajah' oleh enceng gondok yang tumbuh liar. Gambar di bagian atas diambil oleh fotografer Grandyos Zafna, pada 22 Agustus 2013 lalu saat normalisasi mulai berjalan.

Saat itu pula, Pemprov DKI sudah berhasil merelokasi sekitar 350 KK yang menghuni secara liar di Waduk Ria Rio ke Rusun Pinus Elok dan Cakung Barat plus uang kompensasi Rp 1 juta, setelah 4 kali sosialisasi.

Gambar di bawah adalah Waduk Ria Rio yang sudah selesai normalisasi yang diambil oleh fotografer yang sama pada 13 Mei 2014. Selain membersihkan air waduk yang penuh enceng gondok, bantarannya juga dibuat taman. Banyak rumput-rumput taman, dan beberapa tanaman hias seperti lidah mertua, heliconia dan beberapa pohon lain tampak masih disangga kayu karena baru ditanam. Ada tiga jenis pohon utama untuk membangun 'hutan' Ria Rio ini, yakni trembesi, mahoni, dan flamboyan. detik.com

http://forum.tribunnews.com/showthread.php?7359917-Berubah%21-Ini-3-Waduk-di-Jakarta-dari-Kumuh-Jadi-Cantik#.U3Mn1JfyaFA.twitter

Friday, 25 April 2014

Jokowi: Waduk Brigif Akan Kurangi Banjir di Petogogan


Jokowi: Waduk Brigif Akan Kurangi Banjir di Petogogan
Kamis, 24 April 2014 14:59 WIB


Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo siang ini, Kamis (24/4/2014) memantau proses pembangunan waduk Brigif di Jalan Aselih, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengungkapkan, pembangunan waduk Brigif di Jalan Aselih, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatanmemberikan efek positif bagi wilayah-wilayah yang ada di Jakarta Selatan.

"Waduk Brigif ini akan mengurangi genangan dan banjir di Jakarta Selatan," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi usai memantau waduk Brigif, Kamis (24/4/2014).

Jokowi yang juga sebagai bakal calon presiden dari PDI Perjuangan ini mengungkapkan, waduk Brigif akan mengurangi dampak banjir di wilayah Petogogan yang kerap banjir apabila hujan tiba.

Selain petogogan, mantan Walikota Solo ini mengatakan waduk Brigif juga memberikan dampak positif bagi wilayah lain seperti Mampang, kawasan Walikota Jakarta Selatan dan Bendungan Ilir.

"Karena ini akan mengurangi aliran air (debit air) di kali krukut," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, waduk Brigif ini ditargetkan selesai dalam waktu 7 bulan kedepan. Rencananya, waduk ini akan dibangun seluas 10,3 hektar dengan kedalaman hampir sama dengan waduk-waduk lainnya, yakni 3 sampai 4 meter

KATEGORI