Showing posts with label agama sosial budaya. Show all posts
Showing posts with label agama sosial budaya. Show all posts

Saturday, 18 October 2014

ABG di Duren Sawit Diperkosa Enam Remaja


ABG di Duren Sawit Diperkosa Enam Remaja
Sabtu, 18 Oktober 2014 17:17 WIB

Net
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang Anak Baru Gede (ABG) berinisial HN (16) diduga diperkosa oleh enam remaja di daerah Jalan Perumnas Raya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (18/10/2014) dini hari. Dua remaja yang diduga terlibat dalam perkosaan itu telah diamankan di Polres Jakarta Timur, yakni CA (16) dan AL (16).

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, AKP Endang Sri Lestari mengatakan, dari hasil visum diketahui korban telah mengalami pemerkosaan. Berdasarkan pengakuan korban ada enam remaja yang memperkosa. Namun baru dua remaja yang diamankan.

"Kasus ini masih kami dalami. Tapi yang pasti korban memang diperkosa," ujar Sri saat ditemui di Mapolres Jakarta Timur.

YN (44) orangtua AL, remaja yang diduga terlibat perkosaan mengaklaim, anaknya tak terlibat dalam perkosaan itu. Sebaliknya, AL yang berusaha membantu HN untuk pulang. "Anak saya mengaku, HN itu nggak mau pulang sejak malam sampai pagi. Akhirnya anak saya dan CA nungguin HN sampai dia mau pulang," kata YN. (Fitriyandi Al Fajri)

Wednesday, 6 August 2014

Larang Dukung ISIS, FPI: Mereka Bunuh Sesama Muslim


ISIS DI INDONESIA
Larang Dukung ISIS, FPI: Mereka Bunuh Sesama Muslim
Ilustrasi Front Pembela Islam (FPI) (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)

Selasa, 5 Agustus 2014 10:50 WIB | Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos |
|



Solopos.com, JAKARTA – Organisasi massa Islam, Front Pembela Islam (FPI) akhirnya secara resmi melarang seluruh pengurus, anggota dan simpatisannya untuk ikut gerakan ISIS. Alasannya, ISIS selama ini juga membunuh sesame muslim di Irak dan Suriah.

“INTRUKSI!! Pengurus, Anggota & Simpatisan Laskar Pembela Islam seluruh NKRI DILARANG mengikuti gerakan apapun yg dilakukan oleh ISIS…,” tulis akun resmi FPI, @DPP_FPI, Sabtu (2/8/2014).


Selanjutnya FPI menegaskan bahwa ISIS telah melakukan pembunuhan terhadap sesame muslim berbeda madzhab di Irak dan Suriah. “FPI Mendukung Hamas Lawan Zionis israel namun FPI Tdk Mendukung ISIS …Karena ISIS suka membunuh sesama Muslim sprti yg terjadi di Iraq & Suriah hanya krn berbeda Madzhab,” tulis @DPP_FPI.
Di linimasa twitter, kicauan FPI ini sempat diragukan. Pasalnya beberapa waktu lalu FPI saat menghadiri demonstrasi antil-Israel sempat membawa bendera ISIS.

FPI membantah keterlibatannya dengan ISIS, sebab demonstrasi yang dilakukan ikuti oleh umat Islam secara umum, tidak hanya FPI. FPI juga enggan membahas lebih lanjut.

“Admin rasa untuk sementara cukup bahas ISIS. FPI resmi MELARANG anggotanya mendukung ISIS. Selengkapnya akan diumumkan LIVE di DPP FPI,” lanjut akun itu.

http://www.solopos.com/2014/08/05/isis-di-indonesia-larang-dukung-isis-fpi-mereka-bunuh-sesama-muslim-523763

Sunday, 13 July 2014

Hentikan Celaan, Jaga Kehormatan Sesama Muslim


Hentikan Celaan, Jaga Kehormatan Sesama Muslim


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyahrahimahullah menutup pembahasan akidah dalam risalahnya yang terkenal “Al Aqiidah al Waasithiyyah” dengan fasal yang membahas tentang akhlak yang mulia. Ini menunjukkan, bahwa seharusnya akhlak yang mulia menjadi karakter kuat yang ada pada diri para penganut akidah yang lurus. Maka sungguh ironis, jika ada orang yang mengaku bermanhaj dan berakidah lurus, namun ternyata akhlaknya buruk; gemar mencela, merendahkan, menghina dan suka memberi gelar-gelar buruk kepada sesama.

Belakangan ini, keindahan manhaj salaf yang mulia ini kembali tercoreng karena sepak terjang sosok-sosok para pencela. Ajaibnya mereka menjadikan celaan sebagai agama. Tidak peduli kehormatan saudaranya terhina, gelar-gelar buruk dan caci maki sangat ringan di lisan mereka. Padahal, mencela dan menjatuhkan kehormatan orang lain sangat bertentangan dengan syariat. Kehormatan adalah satu dari lima dasar kebutuhan primer (al kulliyaatu al khams) manusia yang dijaga keutuhannya oleh syariat. Diantaranya dengan diharamkannya perbuatan mencela dan menghina sesama.

Larangan Mencela

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian haram atas kalian..”(HR Bukhari Muslim)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujarat [49]: 11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

“Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya kekufuran.” (HR Bukhari Muslim)

Celaan adalah bentuk menyakiti sesama. Syariat pun melarang perbuatan menyakiti orang lain.

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, Maka Sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Ahzab [33]: 58)

Celaan dan hinaan semakin besar jika ia berupa tuduhan kepada seseorang dalam hal agamanya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلاً بِالفِسْقِ أَوِ الكُفْرِ ، إِلاَّ ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ ، إنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كذَلِكَ

“Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekufuran, melainkan akan kembali kepadanya tuduhan tersebut jika yang dituduhnya tidak demikian.” (HR Bukhari)

Dalam rangka mencegah perbuatan buruk ini, syariat juga menetapkan bahwa orang yang pertama mencela lebih besar dosanya dari dua orang yang saling mencela.

الْمُسْتَبَّانِ مَا قَالاَ فَعَلَى الْبَادِئِ مَا لَمْ يَعْتَدِ الْمَظْلُومُ

“Dua orang yang saling mencela, maka dosa yang dikatakan keduanya akan ditanggung oleh orang yang pertama kali memulai, selama yang terzalimi tidak melampuai batas.”(HR Muslim)

Sebagaimana menyakiti orang lain dengan tangan dilarang oleh syariat, begitu pun kezaliman dengan lisan juga dilarang. Semakin seorang muslim jauh dari perbuatan tercela tersebut, akan semakin tingginya derajatnya dalam Islam.

Ketika Rasulullah ditanya siapakah muslim yang utama, beliau menjawab, “Yaitu orang yang selamat kaum muslimin dari tangan dan lisannya.” (HR Bukhari Muslim) (Lihat “Maqaashidu Asy Syarii’ah Al Islaamiyyah fil Muhaafadzah ‘alaa Dharuurati al ‘Ardh”, hal. 23-25, Karya Syaikh Dr. Sa’ad Asy Syatsry)

Mencela Karena Benar dan Ada Maslahat

Para ulama mengatakan, larangan mencela dalam dalil-dalil yang umum diatas dikecualikan jika orang yang dicelanya memang benar-benar memiliki sifat-sifat tercela dan terdapat maslahat di dalam mencelanya. Mari kita simak penjelasan al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berikut,

“Hadis ini (larangan menuduh fasik dan kafir) menunjukkan barang siapa yang berkata kepada orang lain “engkau fasik” atau “engkau kafir”, jika orang tersebut tidak demikian, maka yang berkata lebih berhak dengan sifat-sifat tersebut. Namun jika demikian keadaannya, sifat tersebut tidak kembali kepada si penuduh, karena berarti ia benar dalam perkataannya.

Akan tetapi, tidak menjadi fasik dan kafir bukan berarti ia bebas dari dosa dengan kata-katanya “engkau fasik” atau “engkau kafir”. Karen daalam permasalahan ini ada rinciannya. Jika ia bermaksud untuk menasehatinya atau menasehati orang lain dengan menjelaskan keadaannya, hal itu dibolehkan. Namun jika ia bermaksud untuk sekedar mencemooh, menebar keburukannya dan sekedar menyakitinya, maka hal itu tidak boleh. Karena yang diperintahkan (pada asalnya) adalah menutupi aibnya, mengajarkannya dan menasehatinya dengan cara yang baik. Selama hal itu dapat dilakukan dengan cara yang lembut, tidak boleh baginya melakukan itu dengan cara kasar. Karena itu akan menjadi sebab ia semakin menjadi-jadi dan terus dalam perbuatan itu, sebagaimana tabiat kebanyakan manusia yang kerap menjaga gengsinya. Apalagi jika orang yang memerintahnya (menasihatinya) lebih rendah kedudukannya dari orang yang diperintah (dinasehati). (Lihat Fathu al Baary: 10/381, Cet. al Maktabah as Salafiyyah)

Namun hendaknya diperhatikan, bahwa pengecualiaan ini tidak seharusnya dijadikan pokok. Pengecualian adalah pengecualian yang hanya dilakukan dalam kondisi dan situasi tertentu.

Pertama, dalam orang yang dicela memang benar-benar terdapat sifat tercela. Maka, ia tidak boleh mencela sebelum ia memastikan bahwa:

(1) Yang dilakukan oleh orang tersebut adalah benar-benar perbuatan tercela, dan

(2) Perbuatan itu benar-benar terjadi kepada orang tersebut.

Kedua, dengan mencelanya akan mendatangkan maslahat, baik untuk orang yang dicela atau dalam rangka menjelaskan kepada manusia keadaan buruk orang yang dicelanya. Maka, ia tidak boleh mencela sebelum ia benar-benar memastikan bahwa dengan mencelanya akan menimbulkan kemaslahatan, bukan malah mendatangkan mafsadah lebih besar. Oleh karena itu, Allah melarang umat Islam mencela sesembahan-sesembahan orang musyrik, jika dengan mencelanya akan menimbulkan mafsadah yang lebih besar sehingga orang-orang musyrik mencela Allah.

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.”(QS. Al An’aam [6]: 108)

Menyoal Kenyataan

Kenyataannya, para pencela yang mengatasnamakan agama dan “manhaj murni” itu kerap tidak mengindahkan aturan pengecualian diatas. Mereka sering kali mencela tanpa tastabbut dan tabayyun dalam hal benar atau tidaknya perbuatan tercela itu dilakukan orang yang menjadi objek celaannya. Jika pun perbuatan yang membuat ia mencela benar-benar dilakukan, maka sering kali mereka juga mencela karena alasan-alasan yang tidak dibenarkan. Seperti mencela karena permasalahan yang masih dalam lingkup ijtihadiyyah. Padahal, dalam ilmu jarh wat ta’dil pun, celaan (jarh) tidak boleh dilakukan karena permasalahan ijtihadiyyah yang diperbolehkan.

Abu Hatim Ar Razy berkata, “Aku menyebut orang-orang yang meminum nabidz (arak dari kurma) dari kalangan ahli hadis Kufah, aku menyebut beberapa diantara mereka kepada Ahmad bin Hanbal.” Beliau berkata, “Ini adalah kesalahan mereka. Akan tetapi tidak gugur keadilan mereka disebabkan karena kesalahan mereka ini.” (Al Jarh wat Ta’diil: 2/26 dinukil dari al Khabar al Tsabit, hal. 17 Maktabah Syamilah)

Nabidz adalah arak yang terbuat dari kurma. Jumhur ulama mengatakan bahwa ia hukumnya sama dengan khamr. Tidak demikian dengan orang-orang Kufah, mereka memiliki ijtihad tersendiri dalam masalah ini, mereka tidak menganggapnya sebagai khamr. Imam Ahmad mengatakan bahwa menjarh (mencela) ahli hadis Kufah karena mereka minum nabidz tidak boleh, karena mereka terjerumus dalam kesalahan ini disebabkan ijtihad mereka, bukan karena hawa nafsu.

Mari kita simak nukilan-nukilan berikut dari kitab “al Qaulu asy Syaadz wa Atsaruhu fil Futyaa.” :

Sufyan Ats Tsaury berkata, “Jika engkau melihat seseorang mengamalkan suatu amalan yang diperselisihkan, sementara engkau berpendapat yang lain, maka jengan engkau larang ia.” (Hilyatul Auliyaa: 6/368)

Khatib al Baghdady juga meriwayatkan dari Sufyan bahwa ia berkata, “Apa yang diperselisihkan para ulama fikih maka aku tidak melarang seorang pun dari ikhwanku untuk mengambilnya.” (al Faqiih wal Mutafaqqih: 2/69)

Yahya bin Sa’id berkata, “Para mufti terus berfatwa menghalalkan ini dan mengharamkan itu. Yang menghalalkan tidak memandang bahwa yang mengharamkan telah binasa karena menghalalkannya, dan yang menghalalkan tidak memandang bahwa yang mengharamkan telah binasa karena mengharamkannya.” (Jaami’ Bayaan al Ilmi wa Fadhlihi: 2/902-903)

Imam Nawawi berkata, “Kemudian para ulama hanya mengingkari permasalahan yang diijmakkan, adapun yang diperselisihkan, maka tidak ada pengingkaran.” (Syarh An Nawawi ‘alaa Muslim: 2/23)

As Suyuthi menyebutkan sebuah kaidah dalam masalah ini dan berkata, “Masalah yang diperselisihkan tidak diingkari, yang diingkari adalah yang diijmakkan.” (Al Asybaah wa An Nadzaa`ir: 107)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Permasalahan-permasalahan ijtihad, orang yang beramal di dalamnya dengan pendapat sebagian para ulama, maka tidak diingkari dan tidak dihajr (boikot).” (Majmuu’ al Fatawa: 20/207)

Beliau juga berkata, “Permasalahan-permasalahan ijtihadiyyah seperti ini tidak diingkari dengan tangan dan tidak boleh bagi seorang pun mengharuskan orang lain untuk mengikutinya dalam masalah tersebut. Ia hanya boleh berbicara dengan argumentasi ilmiah. Bagi yang jelas untuknya benarnya salah satu pendapat, maka ia ikuti. Dan bagi yang taklid kepada pendapat yang lain, maka tidak ada pengingkaran untuknya.” (Majmuu’ al Fatawa: 30/80)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata, “Jika permasalahan tersebut adalah ijmak, maka tidak ada perselisihan (dalam mengingkarinya), adapun dalam masalah-masalah ijtihad, kalian mengetahui bahwa tidak ada pengingkaran bagi orang yang menempuh ijtihad.” (Ad Durar As Saniyyah: 1/43, Lihat nukilan-nukilan yang lain di “al Qaulu asy Syaadz wa Atsaruhu fil Futyaa”, hal. 35-41)

Catatan: Tentu yang dimaksud adalah masalah ijtihadiyyah yang dibolehkan, yang tidak bertentangan dengan ijmak dan dalil yang sharih (jelas penunjukkannya). Masalah ijtihadiyyah juga boleh dibahas dan dijelaskan kelemahan salah satu pendapatnya, tanpa mencela orang yang mengambil pendapat tersebut.

Jika pun seseorang benar-benar terjatuh pada kesalahan yang nyata, maka perlu juga diingat bahwa mencela dan menjatuhkan kehormatan adalah cara paling terakhir dan dilakukan dengan pertimbangan matang atas maslahat yang diharapkan. Jika tidak, maka tetap cara yang ditempuh adalah nasehat dengan lembut sebagai pokok atau asal.

Mudah-mudahan Allah menjaga kita semua dari buruknya akhlak, kesesatan dan kelemahan.

Abu Khalid Resa Gunarsa – Rancabogo, Subang, 27 April 2013  http://sabilulilmi.wordpress.com/2013/04/27/hentikan-celaan-jaga-kehormatan-sesama-muslim/


Jokowi Terapkan Kepemimpinan Ala Khalifah Umar


Minggu, 13-07-2014
Jokowi Terapkan Kepemimpinan Ala Khalifah Umar



kompas.com


Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi menegaskan bahwa model kepemimpinan Joko Widodo yang mau berdialog, mendengar langsung keluhan masyarakat dan mau turun langsung ke lapangan atau blusukan, benar-benar memberikan inspirasi dan semangat baru bagi model kepemimpinan di tanah air.



"Beliau benar-benar meniru Khalifah Umar Bin Khatab,” kata Imam di Jakarta, Selasa (8/7). Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Jusuf Kalla ini, mengatakan, Umar bin Khatttab adalah seorang pemimpin besar kaum muslimin dalam khazanah sejarah Islam. seperti yang dilansir Jpnn.com

Umar merupakan khalifah kedua setelah Abu Bakar Assiddiq. Dalam sejarah Islam disebutkan bahwa saat menjadi khalifah, Sayyidina Umar selalu memegang prinsip kejujuran dan kesederhanaan dalam memimpin.

“Dalam konteks kepemimpinan, sejarah menulis bahwa Khalifah Umar terbukti selalu melihat langsung kondisi dan situasi masyarakatnya," kata Imam.

Ia melanjutkan, baik dalam konteks masalah keamanan, pangan maupun hukum dan keadilan masyarakat. "Jokowi berusaha meneladani semampunya, meskipun tentu tidak bisa persis Khalifah Umar,” ujar Gus Imam.

Anggota DPR PKB ini menambahkan, sangat banyak sekali contoh-contoh yang diberikan Umar dalam menjadi pemimpin yang kemudian dipraktekkan Jokowi. Misalnya, keduanya suka mengunjungi rakyatnya secara langsung tanpa diwakilkan untuk memastikan program dan kebijakannya berjalan dan menguntungkan rakyat.

Ia menambahkan, begitu banyak lagi contoh-contoh perilaku Umar dalam memimpin masyarakat. Kejujuran, kesederhanaan, kemauan mendengar, keihlasan dan kerja keras semuanya ingin dicontoh dan dilakukan oleh Jokowi.

“Jadi Pak Jokowi ingin menghadirkan model kepemimpinan baru yang melayani, amanah dan berfokus pada kejujuran dan transparansi. Oleh karena itu, marilah kita berdoa agar harapan dan doa rakyat Indonesia yang menginginkan pemimpin yang adil, jujur dan sederhana serta mau bekerja dikabulkan dalam Pilpres 9 juli besok,” pungkas dia.

Saturday, 12 July 2014

Wanita muallaf ini telah membantu 1.000 orang Belgia memeluk Islam


Wanita muallaf ini telah membantu 1.000 orang Belgia memeluk Islam
SiraajSabtu, 15 Ramadhan 1435 H / 12 Juli 2014 23:39

Veronique Cools

BRUSSELS (Arrahmah.com) – Seorang muallaf muda asal Belgia telah membantu 1.000 orang untuk menerima Islam sebagai agama mereka setelah mengubah rumahnya menjadi Islamic Center bagi kaum Muslimin Belgia yang berusaha untuk belajar lebih banyak tentang agama mereka, menurut laporan yang dilansir World Bulletin.

Veronique Cools (25) telah memeluk Islam ketika usianya masih sangat muda, ia tertarik dengan Islam tak terlepas dari pengaruh teman-teman Muslimnya dan prosesnya dalam mempelajari Islam.

Kemudian, setelah menjadi Muslim, Cools memutuskan untuk mengubah rumahnya menjadi sebuah Islamic Center untuk membantu Muslim Belgia yang sedang belajar lebih banyak tentang Islam.

Setelah delapan tahun berjalan, bangunan yang menjadi Islamic Center itu kini memiliki lebih dari 1.000 anggota, sebagian besar dari mereka adalah perempuan.

Kesuksesan Cools tak hanya sampai disitu, lebih dari itu berkat ketekunan dan kesabarannya, atas izin Allah, keluarga dekat Cools juga telah menjadi Muslim.

Islamic Center yang didirikan Cools juga terbuka bagi setiap Muslim Belgia yang tertarik dalam mempelajari Islam.

Menurut Cools, terjun langsung ke masyarakat dan memperkenalkan Islam adalah cara yang ampuh untuk mengurangi dugaan negatif dari masyarakat Belgia tentang Islam.

Muslim Belgia diperkirakan berjumlah 450.000 dari total populasi sekitar 10 juta. Sekitar setengahnya dari mereka (Muslim) adalah asli Maroko, sementara sekitar 120.000 berasal dari Turki. (siraaj/arrahmah.com)

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/12/wanita-muallaf-ini-telah-membantu-1-000-orang-belgia-memeluk-islam.html#sthash.cFC63maP.dpuf

Sunday, 6 July 2014

Jokowi Tegaskan Kolom Agama Harus Tetap Ada di KTP


Jokowi Tegaskan Kolom Agama Harus Tetap Ada di KTP
Desi Angriani - 19 Juni 2014 16:53 wib

Jokowi--Metrotvnews.com/Desi Angriani


Metrotvnews.com, Slawi: Capres nomor urut dua Joko Widodo menepis pernyataan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Musdah Mulia, yang mengatakan Jokowi-Jk akan menghilangkan kolom agama di karti tanda penganal (KTP).

Bahkan Jokowi mengaku tak tahu-menahu perihal wacana tersebut. "Dia siapa? Kapan ketemu sama saya? Enggak ada itu," ucap Jokowi seusai makan siang di Rumah Makan Pringsewu, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (19/6/2014).

Capres yang diusung PDIP-NasDem-PKB-Hanura-PKPI ini menegaskan, tidak akan menghapus kolom agama di KTP bila kelak menang Pilpres 2014. Salah satu alasan kolom agama tetap ada di KTP, lantaran sesuai dengan dasar negara yakni Panca Sila.

"Karena sesuai sila pertama Panca Sila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama itu identitas, ya enggak apa-apa ada di KTP," tegasnya.

Meski wacana penghilangan kolom agama di KTP merupakan pendapat pribadi Musdah yang juga Tim Sukses Jokowi-JK, Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini mengaku tidak pernah membicarakannya dengan Musdah.

Wednesday, 4 June 2014

Ulama, Cendekiawan, dan Khotib se-Indonesia Dukung Jokowi-JK

Selasa, 27/05/2014 17:34 WIB
Ulama, Cendekiawan, dan Khotib se-Indonesia Dukung Jokowi-JK
Septiana Ledysia - detikNews



Jakarta - Pasangan Jokowi-JK menuai dukungan dari ulama, cendikiawan, dan khotib se-Indonesia. Jokowi-JK dinilai sebagai sosok yang merupakan representasi nasionalis dan religius. Digarisbawahi, Jokowi sebagai perwakilan nasionalis juga merupakan seorang muslim yang taat dan keislamanya tidak diragukan.

"Dari penelusuran yang dilakukan, keluarga Joko Widodo sangat islami, diantaranya Joko Widodo dan Istri sudah naik haji dan umroh, begitu juga ibunya adalah jamaah pengajian dari Pengajian Aisyiah Muhammadiyah di Solo," kata koordinator gerakan, Imam Addaruqudni, Selasa (27/5/2014).

Acara pemberian dukungan dilakukan di Hotel Mega Proklamasi, Jalan Proklamasi, No. 40-42, Jakarta Pusat.

Menurut Imam, dukungan ini murni aspirasi dari tokoh-tokoh Islam, cendekiawan Islam dan khotib masjid yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat di daerah. Sebelum memberikan dukungan ini, lanjut Imam yang juga mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini, 100 ulama dan cendekiawan muslim, serta khotib masjid sudah melakukan diskusi secara mendalam terhadap dua pasangan calon.

Beberapa tokoh ulama, cendekiawan dan khotib yang datang memberikan dukungan diantaranya mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof. Azzumardi Azra, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Imam Addaruqudni dan juga Muhammad Izzul Muslimin, Ketua Umum Ikatan Khotib Indonesia KH Dr Rosyid MA, tokoh aktivis perempuan Maria Ulfa, KH Masdar Masudi (tokoh NU), KH Ahmad Bagja (NU), Prof Dr KH Hasan Mansyur Nasution MA dari Sumatra Utara, KH Wawan (Banten), KH Ahmad Muharram (Papua), Prof Dr Affandi (Jawa Tengah), DR. Muchlis Najamuddin (Sulawesi Tengah).

"Begitu juga dengan Jusuf Kalla, dikenal dekat dengan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Ibunya Jusuf Kalla adalah keturunan Padang dan aktivis Muhammadiyah, sementara ayahnya Haji Kalla adalah tokoh NU. Atas dasar itu, tidak ada hal yang meragukan keislaman dari pasangan Jokowi-JK sehingga kita dukung untuk presiden dan wakil presiden kita," jelas Imam.

Imam Addaruqudni menjelaskan, dukungan tokoh ulama, cendekiawan muslim dan khotib ini langsung datang dari seluruh Provinsi di Indonesia. Mereka mengirimkan perwakilannya datang ke Jakarta dengan tujuan memberikan dukungan ke Jokowi-JK.

Selain itu, KH Rosyid MA dari Ikatan Khotib Indonesia menjelaskan bahwa khotib yang setiap minggu, bahkan setiap hari mengisi pengajian di masjid-masjid harus memberikan informasi yang benar kepada jamaahnya. Jangan sampai umat Islam mendapatkan informasi yang salam terhadap calon presiden dan wakil presiden.

Monday, 2 June 2014

PKS Abaikan Tuduhan Hashim Djojohadikusum


PKS Abaikan Tuduhan Hashim Djojohadikusumo
SENIN, 02 JUNI 2014 | 16:46 WIB


TEMPO/Wahyu Setiawan



TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak menanggapi serius pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo dalam The United States Indonesia Society Washington Special Open Forum Luncheon pada 17 Juli 2013. Ketika itu, Hashim mengatakan kader PKS menguasai jabatan di Kementerian Pertanian.

"Pembicaraan itu terjadi ketika belum ada komunikasi dengan PKS," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 2 Juni 2014. Dia mengatakan substansi pembicaraan Hashim juga masih perlu diklarifikasi.

Pidato Hashim direkam dalam bentuk video dan diunggah ke Youtube oleh akun Dwiko Sulistyo kemarin. Video dengan judul Hashim Djojohadikusumo memaparkan visi-misi Partai Gerindra di USINDO Open Forum Luncheon sudah ditonton lebih dari 3.000 orang.

"Sebanyak 73 pegawai pemerintah yang beragama Kristen di Kementerian Pertanian dipecat dalam sembilan bulan terakhir dan tidak diganti," kata dia. Menurut Hashim, hingga saat ini tak ada pegawai yang beragama Kristen di kementerian itu.

Mahfudz menuturkan saat ini sudah terjalin komunikasi antara PKS dengan Prabowo Subianto. Menurut dia, Prabowo awalnya memiliki sejumlah persepsi tertentu terhadap PKS. Namun, kata Mahfudz, persepsi ini ternyata salah setelah kedua belah pihak berkomunikasi. Terkait dengan mutasi pejabat eselon II dan III, Mahfudz membantah itu karena adanya upaya untuk menggusur pegawai non-muslim.

Dia menuturkan Prabowo banyak mengadopsi pemikiran PKS setelah mereka berdialog. Menurut Mahfudz, ada persepsi yang salah ketika mengatakan PKS anti-Amerika. Dia menegaskan saat ini tak ada negara yang bisa benar-benar mandiri. Mahfudz menuturkan semua negara harus berhubungan dengan negara lain.

WAYAN AGUS PURNOMO

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/02/269581873/PKS-Abaikan-Tuduhan-Hashim-Djojohadikusumo

PDIP Bantah Keras Mau Awasi Masjid Demi Jokowi


PDIP Bantah Keras Mau Awasi Masjid Demi Jokowi


Kabar PDIP menempatkan aparat untuk mengawasi masjid sama sekali tidak benar. Kabar yang beredar soal hal itu adalah agenda setting dari pihak lain yang ingin memperkeruh suasana, apalagi sejarah membuktikan justru PDIP yang sering menjadi korban operasi khusus.

“Yang kami miliki adalah rakyat Marhaen. Kami juga memiliki Baitul Muslimin yang memiliki peran penting dan strategis untuk membangun kader-kader manusia Indonesia yang berkarakter dan berakhak mulia,” kata Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia yang juga Ketua DPP PDIP, Hamka Haq, beberapa saat lalu (Minggu, 1/6).

Hamka menekankan, PDIP dan Jokowi-JK menempatkan masjid sebagai tempat yang suci, terhormat, dan sumber energi kebajikan untuk kemaslahatan Umat. Jokowi-JK tidak pernah berpikir untuk menjadikan masjid sebagai tempat kampanye.


“Meskipun Pak JK sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, namun sikap kenegarawanan Pak JK justru melarang masjid dijadikan ajang penggalangan dukungan, meski untuk Pak JK sekalipun,” jelasnya.

Karena itu, katanya, PDIP mengajak semua pihak secara bersama-sama menjaga tempat-tempat ibadah dengan seluruh penghormatan, sebagai tempat suci dan untuk tidak disalahgunakan. Hamka mengingatkan, mereka yang menggunakan tempat ibadah sebagai tempat penyiaran berita-berita yang tidak berdasarkan fakta, bahkan cenderung fitnah, justru telah menodai tempat suci itu.

“Pak Jokowi-JK selalu menaruh hormat pada kesucian tempat ibadah. Bahkan beliau berdua percaya, siapa yang mengobarkan kebencian di tempat suci, tidak akan mendapat dukungan dari rakyat,” ujarnya.

“PDIP juga menyatakan bahwa pernyataan seorang petinggi partai, Eva Kusuma Sundari, telah diplintir secara sepihak sehingga seakan-akan berkesan partai telah mengerahkan aparat untuk menginteli masjid,” demikian Hamka.[wid]

http://posmetrobatam.com/2014/06/pdip-bantah-keras-mau-awasi-masjid-demi-jokowi/

Adik Prabowo Jadi Pembina Kristen Gerindra

MINGGU, 02 DESEMBER 2012 | 15:15 WIB
Adik Prabowo Jadi Pembina Kristen Gerindra


Hashim Djojohadikusumo. TEMPO/ Panca Syurkani

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya hari ini melantik kepengurusan baru organisasi sayap partai, Kristen Indonesia Raya. Dalam susunan kepengurusan baru hingga 2016 ini, Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik Prabowo Subianto ditunjuk sebagai anggota Dewan Pembina. "Kepengurusan ini disetujui dan disahkan oleh Prabowo," kata Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, Sabtu, 1 Desember 2012.

Menjelang pemilihan presiden 2014, Hashim memang terlihat lebih aktif di partai. Beberapa waktu lalu, Hashim juga rajin menggelar pertemuan di Amerika Serikat untuk menggalang dukungan pencapresan Prabowo. Bahkan, pengusaha tambang ini telah mendirikan sebuah lembaga penelitian politik, bekerja sama dengan lembaga penelitian di Amerika.

Selain melantik Hashim, Prabowo yang didampingi Ketua Umum Gerindra, Suhardi, juga melantik pengurus Dewan Pembina, Dewan Penasihat, dan Dewan Pimpinan Pusat. Di jajaran Dewan Pembina juga ada nama Mayjen TNI (Purn) Glenny Kauripan, Brigjen TNI (Purn) Abraham Octavianus Atururi, Martin Hutabarat, dan Pius Lustrilanang. Sedangkan Ketua Umum Kira dijabat Murphy Hutagalung.

Menurut Muzani, dalam program kerjanya, Kira yang punya kepengurusan di 33 provinsi, bertekad mensukseskan Gerindra dalam meraup suara pada pemilu 2014. Bahkan, Kira juga menargetkan untuk memenangkan Prabowo Subianto sebagai capres pada 2014. Gerindra juga melantik pengurus Kira di calon Provinsi ke-34, Kalimantan Utara.

IRA GUSLINA SUFA

http://www.tempo.co/read/news/2012/12/02/078445400/Adik-Prabowo-Jadi-Pembina-Kristen-Gerindra-

Sunday, 1 June 2014

Visi Misi Jokowi-JK Soal Keberagaman, Perlindungan Minoritas dan HAM


Visi Misi Jokowi-JK Soal Keberagaman, Perlindungan Minoritas dan HAM
Written by Antonius Eko
Thu,29 May 2014 | 18:26


pasangan capres cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla (foto: Antara)




KBR, Jakarta - Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla menilai ada tiga masalah besar yang dihadapi Indonesia, yaitu merosotnya kewibawaan negara, melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional dan merebaknya intoleransi.




Wibawa negara akan merosot jika tidak mampu memberi rasa aman terhadap seluruh warga negara, membiarkan pelanggaran HAM, lemah dalam penegakkan hukum dan tak berdaya dalam mengelola konflik sosial.




Khusus untuk intoleransi, Jokowi-JK menyebut bangsa ini telah dikoyak-koyak oleh merebaknya konflik sektarian. Negara telah abai menghormati dan mengelola keragaman dan perbedaan yang sebenarnya telah menjadi karakter Indonesia sebagai negara majemuk.




Sikap untuk tidak bersedia hidup bersama dalam sebuah komunitas yang beragam telah melahirkan sikap intoleransi dalam bentuk kebencian, permusuhan, diskriminasi dan tindakan kekerasan terhadap mereka yang dianggap berbeda.




Menguatnya primordialisme dan fundamentalisme mengancam keberlangsungan keberagaman di Indonesia. Hal ini ditandai dengan menguatnya pemahaman konservatisme keagamaan khususnya di kalangan muda dan masyarakat dan merebaknya kekerasan berbasis keagamaan.




Untuk itu pasangan Jokowi-JK bertekad memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan dialog antar warga.




Penegakan hukum juga menjadi kepedulian pasangan itu. Sikap tegas harus diambil terhadap segala upaya yang bertentangan dengan hak-hak warga dan nilai-nilai kemanusiaan seperti yang tercantum di Pancasila dan pembukaan UUD 45.




Jokowi-JK ingin kembali membangun kembali kepedulian sosial, melindungi lembaga-lembaga adat di tingkat lokal, membersihkan diri dari prasangka sosial-kultural-politik, membangun kepercayaan antar masyarakat dan mencegah diskriminasi.




Keduanya juga berkomitmen untuk menyelesaikan konflik melalui dua cara. Pertama, mengoptimalkan pranata-pranata sosial dan budaya yang sudah ada. Kedua, menyelesaikan konflik melalui penegakan hukum berdasarkan derajat persoalan dan jenis konfliknya.




Mereka berkomitmen untuk memberikan perlindungan hukum, mengawasi pelaksanaan penegakan hukum khususnya terkait anak, perempuan dan kelompok termarjinalkan.




Komitmen untuk menghapus aturan yang berpotensi melanggar HAM kelompok rentan termasuk perempuan, anak, masyarakat adat dan penyandang disabilitas.




Keduanya berjanji memberi jaminan perlindungan dan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan serta melakukan langkah-langkah hukum terhadap pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Sunday, 18 May 2014

Jokowi Kritik Sistem Pendidikan Nasional


Jokowi Kritik Sistem Pendidikan Nasional
Oleh: Zaenal Mutaqin
Nasional - Minggu, 18 Mei 2014 | 11:49 WIB


Dalam kunjungannya ke Subang, Jokowi mengkritik sistem pendidikan nasional - inilah.com/Zaenal Mutaqin

INILAH.COM, Subang - Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo mengunjungi para relawannya yang tergabung dalam relawan We Love Jokowi Kabupaten Subang, di lapangan alun-alun Kota Subang, Minggu (18/5/2014).

Dalam kunjungannya tersebut, pria yang akrab disapa Jokowi tersebut langsung disambut ribuan relawan yang sudah lama menunggunya.

Ia pun langsung berdialog dengan massa yang di dalamnya ikut berbaur beberapa forum. Di antaranya Forum Guru Ngaji (FKGN), Forum Penyuluh Pertanian, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Usia Dini (Himpaudi).

Namun, sebelum menjawab pertanyaan dan keluh kesah yang disampaikan forum tersebut, Jokowi berbalik berkeluh kesah di hadapan ribuan massa. "Ternyata di Subang panas," keluh Jokowi yang disambut gelak tawa massa yang hadir.

Dalam pemaparannya, Jokowi mengkritisi sistem kurikulum pendidikan nasional saat ini. Menurutnya, Indonesia harus mengedepankan kurikulum berbasis akhlak.

"Kurikulum pendidikan harus dievaluasi. Ke depan, mestinya pendidikan karakter itu harus betul-betul ditanamkan sejak SD, agar anak-anak memiliki pondasi yang kuat dalam membentuk karakter, sehingga menjadikan negara ini sebagai bangsa yang berkarakter," jelas Jokowi.

Idealnya, untuk sekolah dasar (SD) 80% diisi pendidikan akhlak, karater, dan budi pekerti sedangkan sisanya pengetahuan umum. Untuk SMP 60% akhlak, karater, dan budi pekerti 40%nya pengetahuan umum. Sedangkan untuk SMA sebaliknya dari SMP.

"Kalau pendidikan sekarang tinggat SD terlalu dijejali matematika dan pengetahuan umum lainnya," pungkasnya. [rni]

Saturday, 17 May 2014

Kata Adik: Ibunda Prabowo Subianto Lahir dan Meninggal sebagai Kristen Protestan


Kata Adik: Ibunda Prabowo Subianto Lahir dan Meninggal sebagai Kristen Protestan
Minggu, 11 Mei 2014 14:53 WIB


TRIBUN JATENG/ WAHYU SULISTYAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Hashim Djojohadikusumo bercerita panjang lebar mengenai sosok kakak kandungnya, Prabowo SubiantoDjojohadikusumo.

Hasim dan Prabowo merupakan anak pasangan Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo dengan Dora Marie Sigar.

Berbicara di depan ratusan anggota Forum Alumni dan Mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, Hashim berkisah mengenai Prabowo, sosok yang disebut-sebut berada di balik kisruh Mei 1998 danpenculikan aktivis.

Dalam acara tersebut, Hashim dengan lugas berbicara mengenai pribadi dan kiprah Prabowo.

Hashim juga memberikan klarifikasi mengenai tuduhan anticina, antikristen, Islam fanatik, ABRI (kini TNI) Hijau, dan sebagainya yang dialamatkan kepada Prabowo.

"Kita kembali ke suasana Mei 1998 di mana Prabowo difitnah dengan ftnah lain. Prabowo itu ABRI hijau, Prabowo itu Islam fanatik, Prabowo itu anticina, Prabowo itu antikristen, dan sebagainya. Saya bersaksi bahwa itu juga fitnah. Ibu kami, Ibu Prabowo, ibu saya, lahir dan meninggal sebagai seorang Kristen Protestan," tutur Hashim saat Deklarasi "Forum Alumni dan Mahasiswa Trisakti untuk Mendukung Bapak H. Prabowo Subianto sebagai Presiden RI", di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (10/5/2014).

Prabowo juga-lah yang memimpin upacara pemakaman di TPU Tanah Kusir di area pemakaman Kristen.

"Saya sendiri adik kandungnya Kristen Protestan, kakak kami Katolik, keponakan-keponakan Prabowo yang sangat dekat dengan Prabowo, Katolik," lanjut pemilik perusahaan Arsari Group itu.

Hashim juga membeberkan contoh-contoh lain betapa bekas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu bukanlah antikristen dan anticina.

Kata Hashim, Prabowo memiliki sekretaris pribadi yang sudah bekerja untuknya 15 tahun yakni seorang Tionghoa dan beragama Kristen.

Tidak hanya itu, tiga dokter pribadi Prabowo juga semuanya berdarah Tionghoa.

Jika memang anticina, lanjut Hashim, Prabowo bisa saja dibunuh dokter-dokter pribadinya itu.

"Kalau mereka ingin mati Prabowo, kan tinggal disuntik dengan racun. Tapi karena mereka yakin Prabowo bukan anticina, bukan seorang rasialis, mereka tetap melayani Prabowo sebagai dokter pribadinya," kenang Hashim yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Sekedar informasi, Prabowo diduga kuat aktor di baik kerusuhan Mei 1998 berdasarkan temuan Tim Gabungan Pencari Fakta.(*)

http://www.tribunnews.com/nasional/2014/05/11/kata-adik-ibunda-prabowo-subianto-lahir-dan-meninggal-sebagai-kristen-protestan

Wednesday, 14 May 2014

Jangan Ejek Saudaramu


Jangan Ejek Saudaramu
Januari 3, 2010l5155st™Tinggalkan komentarGo to comments

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS al Hujurat:11).
Terkait dengan ayat ada dua catatan kaki yang ada dalam terjemah DEPAG RI yaitu:

1. Jangan mencela dirimu sendiri, maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karena orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

2. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti hai fasik, hai kafir dan sebagainya.

Ahmad ash Shawi al Maliki mengatakan, “Makna ayat adalah janganlah seorang itu mengolok-olok yang lain karena boleh jadi pihak yang diolok-olok itu lebih agung dan mulia dibandingkan pihak yang mengolok-olok. Ringkasnya tidaklah pantas muslim mengolok-olok saudaranya seagama bahkan semua makhluk ciptaan Allah. Boleh jadi yang diolok-olok itu lebih hatinya lebih ikhlas dan lebih bertakwa dibandingkan yang mengolok-olok. Para salaf shalih sangat luar biasa dalam melaksanakan kandungan ayat ini. Ada salah seorang salaf yang mengatakan, ‘Jika aku melihat seorang yang menetek pada anak kambing lalu aku mentertawakannya tentu aku merasa khawatir andai aku melakukan apa yang dia lakukan’.

Abdullah bin Mas’ud mengatakan, ‘Bencana itu terjadi gara-gara ucapan lisan. Andai aku mengolok-olok seekor anjing tentu aku khawatir kalau aku diubah menjadi seekor anjing’ (Hasyiyah ash Showi ‘ala Tafsir al Jalalain 4/143, terbitan Dar al Fikr).

Syeikh Abdurrahman as Sa’di mengatakan, “Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang sebagian hak seorang mukmin dengan mukmin yang lain. Yaitu janganlah sekelompok orang mengejek sekelompok yang lain baik dengan kata-kata ataupun perbuatan yang mengandung makna merendahkan saudara sesama muslim. Perbuatan ini terlarang dan hukumnya haram. Perbuatan ini menunjukkan bahwa orang yang mengejek itu merasa kagum dengan dirinya sendiri. Padahal boleh jadi pihak yang diejek itu malah lebih baik dari pada pihak yang mengejek. Bahkan inilah realita yang sering terjadi. Mengejek hanyalah dilakukan oleh orang yang hatinya penuh dengan akhlak yang tercela dan hina serta kosong dari akhlak mulia. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah seorang itu dinilai jahat jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim” (HR Muslim dari Abu Hurairah)” [Taisir al Karim al Rahman fi Tafsir Kalam al Mannan hal 953, terbitan Dar Ibnul Jauzi].

Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata, “Jika telah diketahui bahwa manusia itu bertingkat-tingkat. Di antaranya manusia itu bertingkat-tingkat dalam masalah ilmu. Sebagian orang itu lebih berilmu daripada yang lain dalam ilmu-ilmu agama atau ilmu-ilmu alat yang sangat membantu untuk mengusai ilmu agama semisal ilmu-ilmu tentang bahasa Arab sebagaimana nahwu, balaghah dan yang lainnya.

Manusia itu juga bertingkat-tingkat dalam masalah rizki. Ada yang diberi rezki yang melimpah. Ada pula yang diberi rezki pas-pasan.

Manusia juga bertingkat-tingkat dalam akhlak. Ada yang memiliki akhlak luhur dan mulia, ada pula yang tidak demikian.

Manusia juga bertingkat-tingkat dalam masalah bentuk fisik. Ada yang fisiknya sempurna, ada juga yang tidak.

Manusia juga bertingkat-tingkat dalam masalah status sosial. Ada yang status sosialnya tinggi, ada pula yang biasa-biasa saja.

Apakah seseorang diperbolehkan untuk mengejek orang yang lebih rendah dalam berbagai hal di atas?
Jawabannya adalah firman Allah di atas.

Allah memanggil kita dengan nama iman agar sebagian dari kita tidak mengejek sebagian yang lain. Yang melebihkan sebagian orang atas yang lainnya adalah Allah. Sehingga konsekuensi dari mengejek orang yang lebih rendah adalah mengejek takdir Allah.
Hal ini diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ ».

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Janganlah kalian mencela waktu karena Allahlah yang mengatur berjalannya waktu” (HR Muslim no 6003).

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ».

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman, “Manusia menyakitiku. Manusia mencaci waktu padahal aku adalah pengatur waktu. Akulah yang memperjalankan malam dan siang” (HR Bukhari no 4549 dan Muslim no 6000).

Mengapa kita ejek orang yang lebih rendah dibandingkan kita dalam masalah ilmu agama, harta, akhlak, kondisi fisik, status sosial, dan nasab? Bukankah di samping Allahlah yang memberikan anugrah kepada kita, Dia juga yang menakdirkannya untuk berada di bawah kita, dalam pandangan kita, dalam banyak hal?

Mengapa Allah melarang kita mengejek orang lain?

Jawabannya adalah betapa banyak orang yang pada saat ini mengejek orang lain, dalam lain kesempatan menjadi bahan ejekan. Betapa banyak orang yang saat ini pada posisi ‘berada’, esok hari berada pada posisi orang papa. Ini adalah suatu hal yang bisa kita saksikan dalam realita.

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ ». قَالَ أَحْمَدُ مِنْ ذَنْبٍ قَدْ تَابَ مِنْهُ.

Dari Muadz bin Jabal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang mencela saudaranya sesama muslim karena sebab dosa yang pernah dia lakukan maka orang yang mencela tersebut tidak akan mati sampai melakukannya”. [*]

Ahmad bin Mani’, salah seorang perawi hadits, “Yang dimasudkan adalah dosa yang pelakunya telah bertaubat darinya” (HR Tirmidzi no 2505 namun dinilai oleh al Albani sebagai hadits palsu).

عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تُظْهِرِ الشَّمَاتَةَ لأَخِيكَ فَيَرْحَمُهُ اللَّهُ وَيَبْتَلِيكَ ».

Dari Watsilah bin al Asqa’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah engkau menampakkan rasa gembira saat saudaramu sesama muslim menderita kesusahan. Hal itu menjadi sebab Allah menyayanginya dan menimpakan cobaan pada dirimu” (HR Tirmidzi no 2506. Hadits ini dinilai hasan gharib oleh Tirmidzi namun dinilai lemah oleh al Albani).

Adalah kewajiban setiap orang untuk mempraktekkan adab yang telah Allah ajarkan” (Tafsir Surat al Hujurat sampai al Hadid hal 37-38, terbitan Dar Tsuraya).

[*] Ibnul Jauzi dalam Mawdhu’at (3/277) mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih. Ash Shoghoni dalam Mawdhu’at-nya (45) mengatakan bahwa hadits ini mawdhu’. Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu’at (245) mengatakan bahwa dalam hadits ini terdapat Muhammad bin Al Hasan bin Abi Yazid dan ia perowi matruk. [editor, MAT]

http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2010/01/03/jangan-ejek-saudaramu/

Bahaya Berbohong Atas Nama Nabi


Bahaya Berbohong Atas Nama Nabi
Posted on November 24, 2013 by taman pecinta al quran
Standard


Oleh: Ust. Rusli Evendi (dalam khutbah beliau di Masjid Darul Muttaqin, Jonggol)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan derajat ketaqwaan kita dengan cara senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan tindakan kita, karena setiap kata yang keluar dali lisan kita akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di pengadilan akherat. Hendaklah kita selalu ingat bahwa kita senantiasa dalam pengawasan Allah, segala yang kita lakukan tercatat secara detail, dan Allah tidak pernah lupa.

Allah berfirman :

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Hari ketika Allah membangkitkan mereka semua lalu mengabarkan kepada mereka apa-apa yang telahmereka kerjakan, Allah menghitungnya sedangkan mereka melupakannya. Dan Allah maha menyaksikan segala sesuatu.” (Q.S. Al-Mujadalah: 6)

Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa berkata dan berbuat jujur, sertra menjauhi perbuatan curang dan perkataan dusta atau bohong, karena berkata dusta merupakan dosa besar. Rasulullah SAW bersabda:

وإن الكذب يهدي إلى الفجور وإن الفجور يهدي إلى النار وإن الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا

“Dan sesungguhnya perkataan dusta itu mengarah kepada keburukan, dan sesungguhnya keburukan itu mengarah kepada neraka, dan sesungguhnya seseorang berdusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta”. (H.R. Bukhori: 5743)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah,

Berbohong atau berkata dusta bukanlah sifat seorang mukmin sebagaimana disebutkan dalam hadist:

عن صفوان بن سليم أنه قال :قيل لرسول الله -صلى الله عليه و سلم-: أيكون المؤمن جبانا؟ فقال: نعم, فقيل له: أيكون المؤمن بخيلا؟ فقال: نعم, فقيل له: أيكون المؤمن كذابا؟ فقال: لا

Dari Shofwan bin Salim, dia berkata: Rasulullah SAW ditanya,”Mungkinkah seorang mukmin itu pengecut?” Beliau bersabda,”Ya.” Maka dikatakan kepada beliau,”Apakah mungkin seorang mukmin itu pelit?” Beliau bersabda,”Ya.” Maka dikatakan kepada beliau,”Mungkinkah seorang mukmin itu pembohong?” Beliau bersabda,”Tidak.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

« آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ »

“Ciri-ciri orang munafiq itu tiga: Kalau berbicara, dia berdusta, kalau berjanji, dia ingkari, kalau dipercaya, dia berkhianat.” (H.R. Bukhori:33 , dan Muslim: 220)

Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,

Diantara perkataan dusta yang paling besar dosanya adalah berdusta atas nama Nabi, mengatakan bahwa Nabi bersabda begini dan begitu padahal Nabi tidak pernah bersabda demikian, mengatakan bahwa Nabi melakukan ini dan itu padahal Nabi tidak pernah melakukannya. Rasulullah SAW bersabda:

إن كذبا علي ليس ككذب على أحد, من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار

“Sesungguhnya berbohong atas namaku tidak seperti berbohong atas nama orang lain, barang siapa berbohong atas namaku, maka hendaknya ia mengambil tempat duduknya di neraka”. (H.R. Bukhori: 1229)

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda:

من يقل علي ما لم أقل فليتبوأ مقعده من النار

“Barang siapa berkata dengan mengatasnamakan aku suatu perkataan yang belum pernah aku katakan, maka hendaknya ia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (H.R. Bukhori: 109)

Oleh karena itu, salah seorang ulama di kalangan sahabat Nabi, ‘Abdullah ibnu ‘Umar -radhiyallaahu ‘anhuma- berkata: “Orang-orang mengklaim bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Orang-orang Yaman bertalbiyah dari Yalamlam”, sedangkan aku tidak yakin bahwa ini dari Rasulullah”. (riwayat Bukhori: 133)

Ikhwani fiddin ‘azzakumullah,

Dari hadist-hadist tersebut, dapat disimpulkan bahwa diantara tanda-tanda ketaqwaan seseorang adalah senantiasa berhati-hati dalam berucap, terutama dalam masalah-masalah yang berkenaan dengan syari’at Allah. Lisannya tidak mendahului ilmunya, tidak mengklaim bahwa suatu amalan termasuk syari’at Islam, kecuali jika ia telah tahu pasti bahwa amalan tersebut memang disyari’atkan, dan tidak mengatakan suatu amalan termasuk sunnah Rasul kecuali setelah memastikan bahwa Rasulullah mencontohkannya dan menyuruh umatnya untuk melakukannya.

Beginilah seharusnya seorang muslim beragama, teliti dan tidak sembarangan dalam segala hal, terlebih dalam mengambil agama. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh para ulama sholeh terdahulu seperti disebutkan oleh Imam Muslim dalam kitab hadistnya, Shohih Muslim dari Ibnu Sirin, beliau berkata:

لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنِ الإِسْنَادِ فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ قَالُوا سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلاَ يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ

”Orang-orang terdahulu jika mendengar kabar dari seseorang, mereka berkata,”Dari siapakah kamu mendapatkan berita ini?” maka dilihat, jika dari Ahlus Sunnah, maka perkataannya diterima, tapi jika dari ahlil bida’, maka perkataannya tidak diambil.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Sikap kehati-hatian inilah yang dicontohkan para ulama, dan ini sesuai dengan firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang yang fasik dengan membawa suatu kabar, maka telitilah agar kalian tidak menhakimi suatu kaum dengan ketiadaan pengetahuan sehingga kalian menjadi orang-orang yang menyesal atas apa yang kalian lakukan.” (Q.S. Al-Hujurat: 6)

Rasulullah SAW bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِع

“Cukuplah bagi seseorang dikatakan berdusta dangan memperbincangkan setiap apa yang ia dengar.” (H.R. Muslim: 7)

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, selayaknya kita tidak menyebarkan suatu kabar kecuali setelah tahu persis bahwa kabar itu adalah benar.

نسأل الله أن يجعلنا من المؤمنين المتقين

http://tamanpecintaalquran.wordpress.com/2013/11/24/bahaya-berbohong-atas-nama-nabi/

Provokator! Arrahmah Pelintir Berita Pembongkaran Masjid Amir Hamzah

Provokator! Arrahmah Pelintir Berita Pembongkaran Masjid Amir Hamzah

Redaktur : Admin | Senin, 21 Oktober 2013 | 21:33




SUARA-MUSLIM.COM, ~ Di Timur Tengah dengan fitnah seperti ini, negara-negara seperti Afghanistan, Iraq, Libya, Suriah, dan sebagainya hancur karena perang saudara. Akankah di negara kita perang Saudara akan terjadi akibat ulah provokator? Bisa jadi!. Sebutlah media-media provokator itu seperti Arrahmah.com, Suara-Islam.com. Meskipun berlabelkan media Islam, namun tidak bisa lepas dari yang namanya provokasi dan hasutan karena seakan sudah menjadi "ciri khasnya".


Contoh terbaru adalah berita mengenai Pembongkaran Masjid Amir Hamzah di Komplek Taman Ismail Mazuki. Media-media provokator tersebut ramai-ramai menulis judul dan berita yang sangat provokatif dan entah apa tujuannya kalau bukan untuk memecah belah umat Islam.


Situs Arrahmah menulis judul: Lagi Jokowi Ahok bongkar masjid, kali ini masjid Amir Hamzah TIM, sedangkan situs "saudara sepemikirannya" yaitu Suara-Islam menulis judul: Kado Satu Tahun Jokowi Ahok, Masjid Bersejarah Dibongkar.


Arrahmah dalam tulisannya menyebutkan Okezone sebagai sumber sebagaimana dituliskannya sebagai berikut:
“Masjid tersebut ingin dibuat Gedung Fakultas Film IKJ dan taman,” kata seorang karyawan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang enggan disebutkan namanya kepada okzone di lokasi, Rabu (16/10/2013).


Namun disinilah kelicikan Situs Arrahmah dimana mereka tidak meng-copy paragraf-paragraf lainnya dari Okezone yang justru menjadi kunci dan maksud dari isi berita. Karena sebenarnya tujuan dari pembongkaran masjid tersebut adalah tak sekedar pembongkaran, namun masjid tersebut akan direnovasi untuk diperbesar.


Berikut berita lengkapnya dari Okezone:

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membenarkan adanya pembongkaran Masjid Amir Hamzah di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Pembongkaran ini dilakukan sejak Agustus 2013 lalu.

"Tapi seluruh proses sudah dikomunikasikan dan disetujui oleh stakeholder TIM terutama civitas akademi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sejak tahun lalu. Jadi tidak benar apabila pihak TIM dan IKJ merasa keberatan dengan pembongkaran tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Arie Budiman, melalui pesan singkat kepada Okezone, Rabu (16/10/2013).

Arie menuturkan, pembongkaran yang yang dilakukan terhadap Masjid Amir Hamzah tak sekedar pembongkaran, namun masjid tersebut akan direnovasi untuk diperbesar.

"Kegiatan dan fungsi masjid sudah dipindahkan sementara di salah satu Gedung IKJ. Keberadaan masjid ini akan menjadi bagian dari fasilitas ibadah komplek TIM. Jadi justru akan diperbesar dan dipercantik," jelas Arie.

Sebelumnya, masjid yang dibangun sejak zaman Gubernur DKI Ali Sadikin itu dikabarkan telah dibongkar lantaran akan dijadikan Fakultas Film IKJ dan taman.

"Iya kita sayangkan saja ko bisa dibongkar padahal masjid ini sudah lama berdiri dan dibangun sejak era Ali Sadikin," kata seorang karyawan IKJ yang enggan disebutkan namanya.


Itulah metode tambal sulam media fitnah murahan seperti Arrahmah yang kemudian diikuti oleh saudaranya, Suara-Islam.com.


Padahal memang ada proposal dari pengurus Masjid Amir Hamzah tahun 2011 untuk perbaikan masjid mereka mengingat kondisinya sudah memprihatinkan. Apa harus rubuh sendiri bangunannya saat para jamaah sedang sholat Jum’at?. Ini diskusi para pengurus Masjid Amir Hamzah tahun 2011 di mana mereka saat itu mengeluh bantuan Pemda tidak ada. Kalau 1-2 tahun masjid Amir Hamzah belum berdiri, baru boleh demo sepuas-puasnya.



Proposal Perbaikan/Renovasi Masjid Amir Hamzah – TIM
Mangesti Rahayu Esti
Message 1 of 1 , Jun 4, 2011
Assalamualaikum sahabat-sahabat Mimazah-IKJ

Dengan terkirimnya email ini saya hendak menyampaikan amanah dari bapak-bapak pengurus Masjid Amir Hamzah – TIM berkenaan dengan rencana perbaikan/renovasi masjid Amir Hamzah. Untuk perbaikan dibeberapa bagian masjid yang memprihatinkan keadaannya ternyata tidak ada bantuan dari pemerintah, sehingga dibutuhkan partisipasi dari teman-teman sekalian untuk turut membantu kelancaran rencana ini dalam bentuk apapun.

Proposal ini sudah disebarkan juga ke cafe-cafe tenda yang berada dikomplek TIM. Dan alangkah baiknya jika kita juga turut berpartisipasi dalam kelancaran rencana renovasi masjid ini karena bagaimanapun Masjid Amir Hamzah adalah markas kita belajar dan menjalin ukhuwah dalam keluarga besar Mimazah-IKJ.

Berikut terlampir isi dari proposal yang dibuat oleh Pengurus Masjid Amir Hamzah-TIM. Untuk Informasi lebih lanjut bisa hubungi ayah Panji tercinta (087877101027 – 081398894988)

Ditunggu partisipasi dari teman-teman, untuk perhatiannya saya ucapkan terimakasih. (^_^)

Wassalam
http://groups.yahoo.com/neo/groups/mimazah/conversations/topics/1122


Bahkan seorang aktivis LDK Masjid Amir Hamzah yang mana dia aktif disitu sejak tahun 2002, Angga Priatnaikutan berkomentar dan mengecam pemberitaan sampah situs Arrahmah dan Suara-Islam yang cenderung provokatif dan menghasut umat Islam sesama saudara.



Tolong hati-hati dalam membuat berita, saya Angga Priatna, aktivis LDK masjid Amir Hamzah-IKJ Cikini sedari tahun 2002 saya sudah disitu. dengan ini saya katakan BERITA MASJID AMIR HAMZAH DIBONGKAR KARENA JOKOWI ITU TIDAK BENAR!

Berdasarkan rapat dengan pihak yayasan DKJ dengan Aktivis LDK Amir Hamzah saat bulan Rhamadhan kemarin, Masjid Amir Hamzah akan dibangun ulang dan lebih besar di bagian Depan TIM (yang sekarang Cafe) yang pengerjaannya selesai pada tahun 2015-2016 dan terus kami awasi. Sementara ini masjid difungsikan di bagian bawah Teater.

Masjid ini terpaksa di gusur karena memang ruang wilayah TIM yang kecil, sedangkan pihak kampus berencana untuk memugar ulang seluruh kampus. Karena kedepannya IKJ akan menjadi Pusat Budaya Jakarta dengan cakupan mahasiswa lebih banyak dan tantangan lebih besar. Jadi bukan cuma masjid saja, tapi semua wilayah IKJ, dan masing2 pihak telah menyetujui ini.

Jika ada yang bilang Masjid ini cagar budaya, semua wilayah di TIM adalah bagian dari cagar budaya. Seandainya memang seperti yang anda katakan kamilah yang paling pertama menentang itu. sekali lagi, masalah dakwah, masalah ummat, tolong jangan dipolitisir


Banyak Muslim yang awam dan fanatik termakan fitnah tersebut. Padahal tidak benar. Kalau mau direnovasi, kenapa harus dibongkar, katanya. Lah masjid itu kan didirikan tahun 1970-an dengan campuran semen, pasir, dan bata. Dalam 40 tahun, campuran itu akan gembur dan lemah. Jika tidak dibongkar, lama kelamaan akan runtuh sendiri. Apa harus runtuh saat ribuan jema’ah sedang sholat Jum’at di situ?

Jangankan campuran semen pasir. Candi Prambanan yang terbuat dari batu solid saja akhirnya runtuh dan rompal sehingga harus disusun ulang dan diperbaiki. Apalagi yang cuma campuran semen pasir.

Pembongkaran gedung lama yang strukturnya sudah karatan, lemah, dan rapuh itu biasa dilakukan. Setelah hancur, baru dibangun gedung baru dengan struktur dan bahan-bahan baru yang lebih kuat. Kalau cuma didempul saja, mana kuat? Bisa rubuh nanti.


Hendaknya Tabayyun Dulu!
Hendaknya dalam membaca satu berita / fitnah harus hati-hati. Tabayyun dulu kepada pihak yang difitnah. Bukan cuma mendengar berita dari si pemfitnah. Sebab dosa karena kita bisa menzalimi orang yang tidak bersalah. Minimal tabayyunlah dengan pengurus Masjid TIM Amir Hamzah.

Di zaman Nabi, sekali ada orang fasiq yang berdusta atau menjadi saksi palsu, berita / kesaksian mereka tidak akan diterima lagi. Hendaknya kita menghindari berita dari orang2 yang banyak berdusta, fitnah, dan namimah (adu domba) sebab kita bisa ikut berdosa dan ke neraka bersama mereka.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. ” [Al Hujuraat 6]

“Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak dapat masuk surga seorang yang gemar mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaih)

Allah Ta’ala berfirman: “Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.” (al-Qalam: 11)

“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta” [QS Adz Dzaariyaat:10]

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” [Al Baqarah:10]

“Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa” [Al Jaatsiyah:7]

Dusta adalah satu ciri orang Munafik:

Nabi Muhammad SAW: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. “(HR. Muslim)
Redaktur : Abu Umar/Suara-Muslim

http://www.suara-muslim.com/2013/10/provokator-arrahmah-pelintir-berita.html

Masjid Amir Hamzah TIM yang Baru Segera Dibangun


Masjid Amir Hamzah TIM yang Baru Segera Dibangun

Republika Online - Mon, 21 Oct 2013 18:03



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembongkaran Masjid Amir Hamzah yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat sudah direncanakan sejak lama. Sekretaris Pengurus Masjid Amir Hamzah TIM, Arief Wibowo mengatakan pembongkaran dan pemindahan masjid yang baru ini akan berlangsung selama dua tahun ke depan.

"Menurut rencana kerja, pembangunan masjid yang baru akan berlangsung dua tahun sejak akhir tahun ini. Supaya jamaah tidak terlantar, masjid sementara kami pindahkan ke basement Teater Jakarta," kata Arief kepada Republika, Senin (21/10).

Pemindahan sementara aktivitas beribadah jamaah ke basement Teater Jakarta ini, kata Arief, sudah dikoordinasikan juga dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, sebelum pengelola melakukan pembongkaran lebih lanjut. Masjid Amir Hamzah yang baru akan dibangun di areal TIM. Posisinya tak jauh dari lokasi masjid yang lama.

Arief menambahkan, Masjid Amir Hamzah dibangun sejak pemerintaha mantan Gubernur Jakarta, Ali Sadikin. Sehingga, masjid ini memang sudah waktunya diperbaharui. Pengelola akan melakukan penataan lebih jauh, supaya pengunjung masjid bisa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas ibadahnya.

http://www.loveindonesia.com/news/id/news/detail/286462/masjid-amir-hamzah-tim-yang-baru-segera-dibangun

Sunday, 4 May 2014

BAHAYA MENYEBARKAN ISU


BAHAYA MENYEBARKAN ISU
Kategori: Khutbah Jum'at Masjid Nabawi (Terjemahan)
Diterbitkan pada 25 April 2014Klik: 2843
Khutbah Jum'at 25/6/1435 H – 24/4/2014 M
oleh Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh hafizohulloh (Imam Masjid Nabawi dan Hakim di Pengadilan Kota Madinah)


Kutbah Pertama:

Di tengah perkembangan media berita disertai dengan adanya perubahan-perubahan sosial yang disaksikan oleh alam, demikian pula perkembangan dan perubahan yang beraneka ragama pada beragam sisi kehidupan, maka muncullah fenomena sosial yang berbahaya… fenomena "isu", yaitu tersiarnya dan tersebarnya berita yang tidak valid di tengah masyarakat dan individu-individu tanpa sandaran kebenaran yang jelas, akan tetapi hanya bersandar kepada penukilan semata dalam kondisi yang tidak jelas, rancu, dan penuh keraguan. Maka mengakibatkan munculnya ketakutan di kalangan masyarakat serta keguncangan, yang tentunya mengakibatkan dampak yang buruk bagi individu dan masyarakat bahkan negara. Karenanya isu-isu tersebut memberikan dampak negatif dan akibat yang buruk. Hal ini tidaklah mengherankan, isu-isu tersebut muncul karena banyak sebab dan tumbuh dibalik banyak faktor, diantaranya yang paling berbahaya adalah bahwa isu-isu tersebut merupakan sarana yang dimanfaatkan oleh musuh untuk memerangi umat Islam, memerangi agama dan dunia umat Islam, stabilitas keamanan, perekonomian, ketenteraman umat Islam, baik dalam suasana perang maupun suasana damai dengan para musuh.


Isu-isu disebarkan pada waktu yang pas, dan ditanamkan di tanah yang subur serta pada kesempatan yang cocok, untuk merealisasikan kepentingan-kepentingan busuk dan tujuan-tujuan yang kotor. Kerenanya isu merupakan modalnya orang-orang munafiq yang Allah berfirman tentang mereka :

لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلا قَلِيلا (٦٠)مَلْعُونِينَ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلا (٦١)

"Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam Keadaan terlaknat. di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya" (QS Al-Ahzaab : 60-61)

Dari sini maka betapa banyak isu yang menggerogoti tubuh umat ini serta melemahkan berbagai aktifitasnya, serta mewujudkan harapan musuh untuk memberikan kemudorotan kepada kaum muslimin dan mengganggu kemaslahatan kaum muslimin, juga mendukung terwujudnya tujuan buruk mereka. Karenanya syari'at yang mulia datang untuk memberikan pengarahan yang jelas untuk menjaga masyarakat dan melindunginya dari isu-isu yang tidak benar, serta tersiarnya berita-berita dusta, maka syari'at memerintahkan untuk menjaga lisan dan menahan pena-pena agar tidak menulis dan menyatakan perkara-perkara yang tidak ada bukti kebenarannya. Allah berfirman :

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (٣٦)

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS Al-Isroo' : 36)

Dalil-dalil telah memperingatkan terlarangnya dusta dengan berbagai macam modelnya, diantaranya adalah ikut menyebarkan isu padahal telah diketahui tidak benarnya isu tersebut, atau ikut menyebarkan berita yang dibangun diatas dugaan dan tebakan/ramalan. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (١١٩)

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS At-Taubah : 119)

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ;

وإن الكذب يهدي إلى الفجور وإن الفجور يهدي إلى النار

"Dan sesungguhnya kedustaan mengantarkan kepada perbuatan fujur dan perbuatan fujur mengantarkan kepada neraka" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Saudara-saudaraku se Islam, penyebaran berita-berita tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu terlarang dalam syari'at, serta dibenci menurut tabi'at dan tradisi. Sungguh betapa banyak penyebaran berita-berita yang kosong dari bukti kebenarannya telah menimbulkan kemudorotan yang besar, dan melahirkan keburukan yang besar. Karenanya datang larangan yang tegas dalam menyebarkan suatu berita yang seorang muslim tidak memiliki sandaran yang menunjukkan kebenarannya serta dasar yang benar dalam menyebarkannya. Allah berfirman

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (١٨)

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. (QS Qoof : 18)

Nabi kita shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

"Cukuplah seseorang telah berdosa jika menyampaikan seluruh yang ia dengar"

Kaum muslimin sekalian, waspadalah…!, waspadalah..! jangan sampai kalian ikut berpartisipasi dalam menyebarkan berita-berita yang tidak ada dasar akan kebenarannya, dan tanpa ilmu akan benarnya berita tersebut, karena hal itu termasuk dari ikut menyebarkan kedustaan serta ikut menyampaikan kedustaan. Allah berfirman tentang sifat-sifat para hambaNya yang bertakwa:

وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ (٧٢)

Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kedustaan. (QS Al-Furqoon : 72)

Dan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim

ألا أخبركم بأكبر الكبائر قالوا بلى يا رسول الله قال الإشراك بالله وعقوق الوالدين وكان متكئا فجلس فقال ألا وقول الزور وشهادة الزور فما زال يكررها حتى قلنا ليته سكت

Maukah aku kabakan kepada kalian tentang dosa terbesar dari dosa-dosa besar?. Mereka (para sahabat) berkata ; "Tentu wahai Rasulullah". Beliau berkata ; "Berbuat syirik kepada Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua". Tadinya Nabi dalam kondisi berbaring maka lalu beliaupun duduk kemudian berkata : "Dan perkataan dusta, bersaksi dusta", beliau terus mengulang-ngulangnya hingga kami berkata : "Seandainya jika beliau diam"

Maka menyebarkan berita yang tidak benar serta menyebarkan isu-isu yang tidak ada tali kekangnya merupakan bentuk kedustaan kepada kaum muslimin serta menipu mereka. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده

"Seorang muslim yang sejati adalah yang kaum muslimin selamat dari keburukan lisan dan tangannya" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Menyebarkan berita kosong dan isu termasuk "qiila wa qoola" (katanya dan katanya) merupakan sikap yang ditolak dalam Islam dalam kondisi apapun dan dalam model apapun. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang "katanya dan katanya", dalam lafal Muslim dari hadits Abu Huroiroh

ويكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال

"Dan Rasulullah membenci dari kalian "Katanya dan katanya", banyak bertanya, dan membuang-buang harta"

Maka jagalah lisanmu wahai saudaraku, jagalah penamu dan tulisan-tulisanmu dari menyebarkan berita-berita yang tidak ada bukti kebenarannya, maka engkau akan selamat dan mendapatkan pahala. Jika tidak, maka engkau akan terjerumus dalam dosa yang nyata dan kedustaan yang besar …!

Dalam sunan Abu Dawud dengan sanad yang shahih bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

بِئْسَ مَطِيَّةُ الرَّجُلِ زَعَمُوْا

"Seburuk-buruk kebiasaan seseorang adalah menjadikan perkataan "persangkaan mereka" sebagai kendaraannya"

Dan dalam shahih Muslim

من حدث بحديث وهو يرى أنه كذب فهو أحد الكاذبين

"Barang siapa yang menyampaikan suatu pembicaraan dan ia menyangka bahwa pembicaraan tersebut adalah dusta maka ia adalah salah satu dari dua pendusta"



Saudara-saudaraku se Islam, sesungguhnya sikap seorang muslim yang benar dan metode yang tepat dalam menghadapi isu-isu berita-berita kosong, berita-berita yang bermacam-macam yang tidak diketahui kebenarannya serta tidak diyakini kevalidannya, sikap yang wajib ditempuh adalah mengikuti petunjuk Allah dan RasulNya. Allah berfirman

وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (١٤)إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ (١٥)

Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal Dia pada sisi Allah adalah besar. (QS AN-nuur : 14-15)

Allah berfirman:

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الأمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الأمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلا قَلِيلا (٨٣)

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (QS An-Nisaa : 83)

Sikap tersebut adalah mengecek dan mencari kejelasan dan tidak tergesa-gesa untuk menyebarkan berita yang tidak ada sandaran kebenarannya dengan memperhatikan kaidah mewujudkan kemaslahatan dan menolak kemudorotan dalam menyebarkan berita dan menyiarkannya kepada masyarakat umum. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (٦)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS Al-Hujuroot : 6)

Dan dalam sabda Nabi yang shahih :

التأني من الله والعجلة من الشيطان

"Ketenangan/tidak tergesa-gesa dari Allah dan ketergesaan dari syaitan"

Al-Hasan berkata : المسلم وقاف حتى يتبين "Seorang muslim berhenti hingga ia mencari kejelasan". Dan diantara bentuk keselamatan yang besar dan keamanan yang sempurna adalah selamatnya seorang muslim dari tenggelam dalam menyebarkan berita-berita dusta dan isu-isu yang tidak benar.

Kemudian ditekankan kepada masyarakat muslim dalam menghadapi isu-isu berita tentang saudara-saudara mereka sesama muslim yang berita tersebut tidak ada bukti kebenarannya, terlebih lagi berita tentang orang yang telah dikenal kebaikan dan keutamannya, hendaknya mereka beradab dengan adab al-Qur'an dan mereka mengikuti petunjuk Al-Qur'an yang mulia. Allah berfirman :

لَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ (١٢)

Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata." (QS An-Nuur : 12)

وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ (١٦)

Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha suci Engkau (ya Tuhan kami), ini adalah Dusta yang besar." (QS An-Nuur : 16)

Wajib bagi seorang muslim untuk menjauhkan diri dari menyebarkan berita-berita buruk demikian juga kabar-kabar yang membongkar aib-aib hingga ia selamat dari dosa dan kesalahan yang besar. Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (١٩)

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. (QS AN-Nuur : 19)

Para ulama berkata : Ayat ini merupakan dasar hukum tentang membatasi perbuatan-perbuatan keji dengan berbagai modelnya untuk tidak disebarkan agar tidak terlihat oleh mata dan tidak terdengar oleh telinga serta agar tidak menjadi buah bibir masyarakat


Khutbah Kedua:

Sesungguhnya fenomena tersebarnya isu-isu di masyarakat merupakan penyakit yang bisa mengancam stabilitas masyarakat. Di masa sekarang penyebaran isu telah menjadi tindakan yang terorganisir yang dibangun di atas perencanaan yang matang sesuai dengan tujuan-tujuan tertentu, melalui media-media sehingga tersebar dengan cepat sebagaimana nyala api pada kayu yang kering dan cepatnya cahaya dan gelombang, melalui media-media komunikasi modern.

Karenanya wajib bagi masyarakat untuk bersatu padu dalam memerangi isu-isu dan mematikannya sesuai dengan pengarahan Islami yang telah lalu penjelasannya.

Dan wajib bagi media-media untuk konsisten terhadap timbangan yang benar dalam menyebarkan berita yang benar dan kroscek terhadap berita yang akan disebarkan. Para pekerja media-media tersebut akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah tentang umat, mereka diberi amanah dalam membawa pemikiran masyarakat muslim, serta mereka berpengaruh dalam stabilitas keamanan masyarakat. Barang siapa yang mengabaikan amanah maka ia akan merugi. Allah berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٧)

27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS Al-Anfaal : 27)

Saudara-saudaraku se Islam, termasuk amalan yang terbaik dan tersuci adalah bersholawat kepada Nabi yang termulia, Allahumma sholli 'alaa Muhammad…

Ya Allah perbaikilah keadaan kami dan keadaan kaum muslimin, Ya Allah hilangkanlah kesedihan… hilangkanlah penderitaan…, Ya Allah selamatkanlah hamba-hambaMu dari segala fitnah dan bencana…

Ya Allah hancurkanlah musuh-musuhMu sesungguhnya mereka tidak akan melemahkanMu, wahai Yang Maha Agung, Ya Allah jagalah saudara-saudara kami di manapun mereka berada, Ya Allah jadilah Engkau sebagai penolong bagi mereka wahai Yang Maha Perkasa dan Maha Kuat, Ya Allah berilah taufiqMu kepada pelayan dua kota suci, arahkanlah ia kepada perkara yang Engkau cintai dan ridhoi, Ya Allah tolonglah agama ini dengannya, dan tinggikanlah kaum muslimin dengannya…. Ya Allah ampunilah kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup di antara mereka maupun yang telah meninggal, Ya Allah berikanlah kebaikan dunia kepada kami dan juga kebaikan akhirat serta jagalah kami dari adzab neraka.

Penerjemah: Abu Abdil Muhsin Firanda

http://firanda.com/index.php/artikel/khutbah-jum-at-masjid-nabawi-terjemahan/691-bahaya-menyebarkan-isu

Saturday, 3 May 2014

Sowan Sesepuh PKB, Jokowi Disuruh Baca Kitab Kuning

Sabtu, 03 Mei 2014 , 21:16:00

Sowan Sesepuh PKB, Jokowi Disuruh Baca Kitab Kuning




Joko Widodo


JOMBANG - Calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatunnasyi'in, Paculgowang, Jombang, Jawa Timur. Di sana, ia bertemu dengan pimpinan ponpes KH Muhammad Abdul Azis Mansyur yang juga ketua Majelis Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta restu Kiai Azis untuk menjadi capres. Permohonan restu diungkapkannya saat menggelar pertemuan tertutup dengan Kiai Azis.

"Saya merestui memang. Beliau menyatakan bahwa akan mencalonkan diri sebagai presiden, saya merestui," kata Kiai Azis kepada wartawan usai pertemuan, Sabtu (3/5) malam.

Guru dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ini menilai Jokowi sebagai sosok yang ramah dan merakyat. Kiai Azis juga terkesan dengan keterbukaan Jokowi dalam menerima nasihat dan kritik.

Saat pertemuan, Kiai Azis sempat memberi ceramah agama singkat kepada Jokowi. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta itu juga diperintahkan untuk membaca sebuah buku pelajaran agama berbahasa Arab atau yang lazim disebut kitab kuning.

"Pak Jokowi membaca Jam'ul Jawami', yang menjadi sumber pada fiqih sariat orang Islam," ucap Kiai Aziz.

Jokowi sendiri mengaku mendapat wejangan tentang kepemimpinan dari kiai sepuh itu. Ia pun mengaku siap mengamalkannya jika nanti terpilih sebagai presiden pada pilpres 2014.

"Tadi begini sudah banyak diberi wejangan oleh Kiai Aziz apabila nanti Allah mengizinkan memegang pimpinan nasional itu seperti apa, sudah dijelaskan dan saya memahami sekali apa yang beliau sampaikan," kata Jokowi.(dil/jpnn)

Tuesday, 22 April 2014

Iskander Amien De Vrie, putra mantan politikus Belanda anti-Islam, Arnoud van Doorn, akhirnya mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang Muslim. Seperti orang tuanya, De Vrie menemukan hidayah setelah mempelajari Alquran.


Putra Pembuat Film 'Fitna' Masuk Islam
Selasa, 22 April 2014, 10:02 WIB


KT/Muaz Shabandri



Iskander Amien De Vrie (kiri) dan ayahnya, Arnoud van Doorn.
A+ | Reset | A-



REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO — Iskander Amien De Vrie, putra mantan politikus Belanda anti-Islam, Arnoud van Doorn, akhirnya mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang Muslim.

Seperti orang tuanya, De Vrie menemukan hidayah setelah mempelajari Alquran.

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad (SAW) adalah hamba dan utusan terakhir-Nya,” ujar Iskander ketika mengucapkan Kalimat Syahadat, seperti dilaporkanKhaleej Times, Senin (21/2).

Iskander adalah salah satu di antara 37 orang yang masuk Islam selama berada di Dubai International Peace Convention.

“Saya melihat ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya menyadari ada sesuatu yang baik dalam agama ini, dan itu akhirnya mengubah persepsi saya tentang Muslim,” kata putra Doorn itu lagi.

Sejak melihat perubahan sang ayah, Iskander mengaku mulai tergerak hatinya untuk mempelajari Alquran. Ia pun sengaja meluangkan waktunya untuk mendengarkan ceramah dari para ulama terkemuka.

Arnoud van Doorn dulunya adalah mantan anggota Partai Kebebasan (PVV), sebuah partai politik sayap kanan garis keras di Belanda.

Ia merupakan salah satu dari para pemimpin PVV yang membantu memproduksi sebuah film provokatif berjudul ‘Fitna’ pada 2008 yang isinya menghubung-hubungkan Islam dan Alquran dengan kekerasan.

Akan tetapi, siapa yang menyangka jika hal tersebut justru menuntun van Doorn kepada cahaya kebenaran Islam. Tahun lalu, ia memutuskan menjadi seorang Musilm setelah mempelajari Alquran secara mendalam dan membaca lebih banyak tentang Islam dan Nabi Muhammad SAW.

“Sampai sekarang, saya masih sangat menyesal karena telah mendistribusikan film (Fitna) itu. Saya merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan yang telah saya lakukan di masa lalu,” kata Doorn seperti dilansir OnIslam.net.

“Untuk itu, saya ingin menggunakan segala bakat dan kemampuan yang saya miliki dalam cara yang positif dengan menyebarkan kebenaran tentang Islam.”

KATEGORI