Showing posts with label pertanian. Show all posts
Showing posts with label pertanian. Show all posts

Thursday, 4 September 2014

Jokowi Dapat Usulan dari Petani Agar Naikkan Harga BBM


Kamis, 04/09/2014 18:14 WIB

Jokowi Dapat Usulan dari Petani Agar Naikkan Harga BBM

Ray Jordan - detikNews




Jakarta - Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Musyawarah Nasional (Munas) Seknas Tani Jokowi. Dalam acara itu, Jokowi sempat melakukan dialog dengan beberapa petani, salah satunya menyinggung soal subisid BBM.



Awalnya, Jokowi bertanya ke beberapa petani mengenai permasalahan yang ada di daerah masing. Mulai dari lahan, hasil tani, dan masalah harga jual.



Adalah seorang yang ditanya Jokowi adalah petani asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan bernama Senentoru. Dia adalah petani transmigrasi dari pulau Jawa ke Kalimantan.


Jokowi menanyakan berapa luas lahan yang diolahnya dan berapa hasilnya.


"Saya olah padi. Awalnya lahan dua hektare, saya bangunnya sudah 29 tahun dan ada wara lokal yang menjual lahan murah, saya beli. Jadi lahan saya sekarang ada 9 hektare," jelas Senentoru di Gedung Perpusnas, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2014).


"Kaya raya juga bapak ya," kata Jokowi yang mengundang tawa hadirin di ruang tersebut.


Lalu Senentoru melanjutkan ceritanya. Dia mengatakan tak hanya menanam padi, tapi juga tanaman holkultura yakni jeruk


Jeruknya dijual murah sekali Pak, Rp 5.000 per kilo. Jeruknya manis sekali," katanya.


Tak lama kemudian, Senentoru langsung mengatakan ke Jokowi agar BBM dinaikkan dan subsidinya dialihkan ke para petani.


"Maksud saya, untuk pengolahan tanah, untuk menaikkan air, itu beli solarnya mahal, Rp 9 ribu. Jadi, subsidi BBM kita hapus saja Pak, dialihkan ke subsidi beras ke petani. Subsidinya dalam bentuk pembelian beras dan gabah biar dijual ke petani murah. Jadi nggak apa-apa, Pak BBM dinaikkan, tapi subsidinya dialihkan ke petani," katanya,


Jokowi pun langsung tertarik mendengar penjelasan petani tersebut. Jokowi senang dengan usulan Senentoru untuk mengalihkan subisidi BBM ke para petani dan usaha-usaha kecil.



"Ini petani kita berani-berani," katanya.


"Usulan terakhir senang saya. 'BBM naikin saja, Pak,' tapi ini betul, subsidi dialihkan pada kepentingan petani. Dan itu betul produksi kita akan naik. Subsidi BBM itu kenikmatan, menghasilkan padi itu usaha produktif, itu ke depan yang akan kita lakukan. Baik untuk petani, benih, pupuk, infrastruktur, mikro di desa. Arahnya ke sana," jelas Jokowi.


http://news.detik.com/read/2014/09/04/181457/2681725/10/2/jokowi-dapat-usulan-dari-petani-agar-naikkan-harga-bbm

Monday, 2 June 2014

PKS Abaikan Tuduhan Hashim Djojohadikusum


PKS Abaikan Tuduhan Hashim Djojohadikusumo
SENIN, 02 JUNI 2014 | 16:46 WIB


TEMPO/Wahyu Setiawan



TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak menanggapi serius pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo dalam The United States Indonesia Society Washington Special Open Forum Luncheon pada 17 Juli 2013. Ketika itu, Hashim mengatakan kader PKS menguasai jabatan di Kementerian Pertanian.

"Pembicaraan itu terjadi ketika belum ada komunikasi dengan PKS," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 2 Juni 2014. Dia mengatakan substansi pembicaraan Hashim juga masih perlu diklarifikasi.

Pidato Hashim direkam dalam bentuk video dan diunggah ke Youtube oleh akun Dwiko Sulistyo kemarin. Video dengan judul Hashim Djojohadikusumo memaparkan visi-misi Partai Gerindra di USINDO Open Forum Luncheon sudah ditonton lebih dari 3.000 orang.

"Sebanyak 73 pegawai pemerintah yang beragama Kristen di Kementerian Pertanian dipecat dalam sembilan bulan terakhir dan tidak diganti," kata dia. Menurut Hashim, hingga saat ini tak ada pegawai yang beragama Kristen di kementerian itu.

Mahfudz menuturkan saat ini sudah terjalin komunikasi antara PKS dengan Prabowo Subianto. Menurut dia, Prabowo awalnya memiliki sejumlah persepsi tertentu terhadap PKS. Namun, kata Mahfudz, persepsi ini ternyata salah setelah kedua belah pihak berkomunikasi. Terkait dengan mutasi pejabat eselon II dan III, Mahfudz membantah itu karena adanya upaya untuk menggusur pegawai non-muslim.

Dia menuturkan Prabowo banyak mengadopsi pemikiran PKS setelah mereka berdialog. Menurut Mahfudz, ada persepsi yang salah ketika mengatakan PKS anti-Amerika. Dia menegaskan saat ini tak ada negara yang bisa benar-benar mandiri. Mahfudz menuturkan semua negara harus berhubungan dengan negara lain.

WAYAN AGUS PURNOMO

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/02/269581873/PKS-Abaikan-Tuduhan-Hashim-Djojohadikusumo

Sunday, 1 June 2014

Ini Visi Misi Jokowi Bila Jadi Presiden


Ini Visi Misi Jokowi Bila Jadi Presiden
Desi Angriani - 16 April 2014 08:20 wib

Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo -- Antara/Andika Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mulai merapatkan barisan jelang Pemilihan Presiden 2014. Sang bakal calon presiden pun mulai membuka visi misi yang diusungnya saat terpilih menjadi pemimpin Republik Indonesia periode 2014-2019.

Joko Widodo mengatakan ada dua sektor yang menjadi fokusnya nanti. Dua bidang itu adalah pertanian dan kelautan.

“Sebuah korporasi itu kalau mempunyai produk utama, fokusnya harus dikejar. Kita harus menjadi negara pertanian dan kelautan,” kata Jokowi seusai menggelar pertemuan dengan para pemimpin media yang tergabung dalam Forum Pemred di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2014) malam.

Menurut dia, program pertanian di tanah air harus dilaksanakan secara nyata dan menyeluruh. Misalnya ketika menggalakkan pertanian maka harus dibarengi dengan pemasaran produk hasil pertanian itu.

"Jangan sampai produknya sudah ada, tetapi hasilnya tidak dimaksimalkan," imbuh Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi mengklaim visi dan misi tersebut mudah dipahami masyarakat. Sebab, sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia adalah bercocok tanam dan melaut.

“Saya tidak mau buat visi misi absurd yang sulit dipahami rakyat. Saya ingin buat platform program yang sederhana, bisa ditangkap, dan bisa memberi perubahan,” tandasnya

Tuesday, 20 May 2014

Ini Visi Misi Jokowi kalau Jadi Presiden


Ini Visi Misi Jokowi kalau Jadi Presiden
Kamis, 15 Mei 2014 | 07:05 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOBakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo memberikan sambutan saat acara deklarasi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jakarta, Rabu (14/5/2014). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa akan mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014 pada 9 Juli 2014 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo selalu mengelak jika ditanya soal visi misinya kalau terpilih sebagai presiden RI. Ia hanya sempat mengungkapkan, salah satu program besarnya yaitu revolusi mental. Lainnya, Jokowi memilih untuk menyimpan rapat visi misinya dan berjanji akan menyampaikannya pada waktu yang tepat.

Saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Selasa (13/5/2014), di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta itu secara gamblang memaparkan apa yang akan dilakukannya jika menjadi orang nomor satu di republik ini.

Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya:

1. Pendidikan
Di sektor pendidikan, Jokowi menekankan pada revolusi mental. Menurutnya, revolusi mental akan efektif bila diawali dari jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar. Menurutnya, siswa SD seharusnya mendapatkan materi tentang pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan etika sebesar 80 persen. Sementara itu, ilmu pengetahuan cukup 20 persen saja.

"Jangan terbalik seperti sekarang. Sekarang ini anak-anak yang kecil dijejali dengan Matematika, Fisika, Kimia, IPS. Sehingga yang namanya etika, perilaku, moralitas tidak disiapkan pada posisi dasar," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, porsi materi ilmu pengetahuan diperbesar pada tingkat SMP. Meski porsi ilmu pengetahuan diperbesar, Jokowi mengatakan, materi pendidikan karakter, budi pekerti, dan etika harus lebih besar. Ia menggambarkannya dengan persentase 60-40 persen untuk pendidikan karakter.

Jokowi mengatakan, porsi besar untuk materi tentang ilmu pengetahuan baru diberikan di jenjang SMA. Besarnya, kata dia, mencapai 80 persen. Pada tahap SMA, porsi untuk pendidikan karakter, budi pekerti, dan akhlak cukup 20 persen saja.

Selain itu, ia juga ingin meningkatkan jumlah SMK. Menurutnya, negara-negara industri maju seperti Jepang, Korea, dan Jerman adalah negara-negara yang punya banyak SMK.

"Peningkatan jumlah SMK adalah salah satu yang penting. Karena keterampilan semua ada di sana. Karena di situ ada teknologi, di situ ada keterampilan, di situ ada skill yang dibangun," ucap Jokowi.

Ia yakin, jika semua hal di atas dilakukan, akan muncul generasi yang memiliki sikap mental dan budaya kerja yang baik, serta penuh daya saing, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bagi bangsa dan negara.

"Karena percuma kekayaan alam yang besar jika tidak dibarengi dengan produktivitas, serta daya saing bagi SDM yang ada di dalamnya. Tanpa revolusi mental, tanpa budaya kerja yang sudah tertanam sejak kecil, saya kira sulit juga untuk membangun sebuah daya saing dan produktivitas," papar Jokowi.

2. Pertanian
Di sektor pertanian, Jokowi menilai, Indonesia kehilangan orientasi untuk membangun sektor ini. Indonesia, kata dia, tak pernah lagi memunculkan varietas-varietas unggul. Bahkan, menurut Jokowi, satu hektar lahan pertanian di Indonesia hanya dapat menghasilkan maksimal 4,5 ton, sementara di negara lain bisa mencapai 8-9 ton.

"Mestinya kalau sudah ditentukan ingin memajukan pangan, infrastrukturnya dibangun. Bendungan dan segala sistem irigasinya harus disediakan. Yang berkaitan dengan pupuk, pestisida, semuanya harus disiapkan. Riset harus menjadi kunci utama, dan diberi anggaran yang besar sehingga kita akan bisa memunculkan kembali varitas-varitas unggul," katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti banyaknya lahan-lahan pertanian yang terkonversi menjadi perumahan, industri, dan pertambangan. Menurutnya, hal tersebut adalah kesalahan karena Indonesia saat ini membutuhkan banyak lahan untuk sawah dan ladang baru. Tak hanya itu, ujarnya, infrastruktur pendukung lahan pertanian seperti waduk dan bendungan juga harus diperbanyak.

"Pernah tidak mendengar kita bangun waduk dan bendungan baru? Padahal dalam perencanaan kita bisa bangun 70-an waduk per tahun. Tetapi tidak dilaksanakan karena kita kehilangan disorientasi," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti mahalnya ongkos produksi karena petani bergantung pada pupuk dan pestisida kimia.

"Harusnya petani disediakan pupuk dan pestisida gratis sehingga mereka tidak terbebani biaya," katanya.

Jokowi juga menyoroti keberadaan terminal agro. Menurutnya, terminal agro sudah seharusnya berada di setiap kabupaten. Ia menilai, menambah keberadaan terminal tersebut akan dapat meningkatkan produksi di sektor pertanian, seperti yang dilakukan Thailand.

"Terminal agro jangan hanya gedung saja. Saya lihat di Dubai dan Abu Dhabi, 80 hektar lahan digunakan hanya untuk tempat penyimpanan logistik pertanian saja. Mestinya di setiap daerah ada yang seperti itu," ujar Jokowi.

"Sebanyak apa pun panen yang melimpah ruah, tidak akan berarti kalau tidak disiapkan industi pasca panen. Inilah yang harus diluruskan, karena ketika kita menyuruh petani untuk menanam, maka harus disiapkan pula industri pasca panennnya," katanya lagi.

3. Kelautan
Di bidang kelautan, Jokowi menyoroti kalah bersaingnya nelayan-nelayan lokal karena ketertinggalan dalam bidang teknogi dibanding nelayan-nelayan asing. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

"Kapal-kapal negara lain yang masuk ke laut kita sudah komplet. Ada kapal sepuluh, yang sembilan nangkap, yang satunya untuk pengalengan. Langsung dikalengkan. Kenapa kita tidak bisa seperti itu. Padahal sebenarnya bisa," kata Jokowi.

Ia berjanji, jika terpilih sebagai presiden akan menyediakan kapal-kapal modern untuk para nelayan, yang disertai dengan pelatihan bagi para nelayan.

"APBN kita gede banget, hampir Rp 1.700 triliun. Berapa sih biaya beli kapal? Murah sekali. Dan berikan nelayan pelatihan, jangan yang gratisan karena itu tidak mendidik. Saya paling tidak setuju dengan yang gratisan," ujarnya.

4. Energi
Di bidang energi, Jokowi menyoroti besarnya subsidi BBM dan subsidi listrik. Menurutnya, daripada terus-terusan memberikan subsidi BBM, lebih baik memaksimalkan gas dan batubara yang jauh lebih murah.

"Contohnya untuk listrik. Subsidi listrik itu mencapai Rp 70 triliun. Tapi kenapa listrik pakai BBM, kenapa tidak pakai batubara?" kata Jokowi.

Jokowi mencurigai, selama ini ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari besarnya subsidi BBM dan listrik. Hal itu yang dinilaiya menjadi penyebab dilakukannya kebijakan yang sebenarnya lebih banyak merugikan kas APBN itu.

"Kenapa harus kita lakukan terus menerus? Karena ada yang mengambil keuntungan besar dari sana. Dan keuntungannya itu dibagi-bagi. Saya sudah tahu. Dulu waktu di Solo belum tahu. Tapi setelah di Jakarta jadi tahu semuanya," kata mantan Wali Kota Solo itu.

"Kalau BBM bisa dikonversi ke gas atau batubara, kita akan bisa menghemat anggaran hingga Rp 70 triliun per tahun. Jadi ada efisiensi anggaran," lanjutnya.

5. Infrastruktur
Di bidang infrastruktur, Jokowi menyoroti masih kurangnya pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api. Untuk infrastruktur laut, ia menilai, jika dapat dimaksimalkan, maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain. Ia mengistilahkan konsep pembagunan infrastruktur laut yang akan ia lakukan dengan istilah "tol laut".

Menurutnya, tol laut adalah penyediaan kapal-kapal berukuran besar untuk pengangkutan antarpulau dalam waktu yang sesering mungkin.

"Jadi tol laut ini modalnya hanya kapal. Bukan bangun tol di atas laut. Jadi tol laut itu pengangkutan pakai kapal dari pelabuhan ke pelabuhan, tapi bolak-balik. Ini akan mempermudah manajemen distribusi logistik, sehingga harga-harganya akan lebih murah," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa tol laut adalah konsep distribusi jalur laut yang menghubungkan lima pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar, dan Sorong (Papua Barat).

"Jadi harus ada penyediaan kapal besar, dari Sumatera langsung ke Papua, Papua ke Sumatera. Kalau ada kapal besar, ongkos angkutnya akan menjadi kecil dan murah, karena ngangkutnya langsung banyak. Jadi tidak akan ada lagi harga semen di Jawa Rp 50 ribu, di Papua Rp 1 Juta," ujar Jokowi.

Jokowi mencontohkan distribusi sapi dari NTT dengan yang ada di Australia. Ia menilai, secara kualitas, sapi NTT tidak kalah dibanding sapi Australia. Kekurangan yang terjadi selama ini hanya terletak pada ketiadaan kapal pengangkut sapi yang berukuran besar.

"Kalau dari NTT, ngangkutnya pakai kapal kecil-kecil. Sebenarnya sapi di sana tidak kalah kualitasnya dibanding sapi Australia. Tapi ongkos biaya angkutnya yang mahal, bisa sampai 50-60 persen. Kiriman sapi dari Australia, sekali angkut bisa sampai 30 ribu sapi di dalam satu kapal. Kapal besar itu yang kita tidak punya," katanya.

"Kalau ada tol laut ini, akan mempermudah distribusi. Dari pulau besar ke pulau besar pakai kapal besar. Nanti ke pulau yang agak kecil pakai kapal sedang. Dilanjutkan lagi dengan pakai kapal kecil ke pulau-pulau kecil. Jadi, bukan kapal kecil dari Papua ke Jawa yang belum tentu bisa sampai ke Jawa, karena di tengah jalan kena ombak langsung terguling. Hilang semen, hilang sapinya," jelas Jokowi .

Sementara itu, untuk pengembangan bandara, Jokowi mengaku akan menerapkan konsep kerja sama dengan investor swasta. Menurutnya, ide tersebut muncul tak lepas dari permasalahan lambannya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, yang berpengaruh pada semakin karut-marutnya jadwal penerbangan.

"Seharusnya kalau APBN tidak sanggup, serahkan saja ke swasta. Tidak masalah. Asal hitung-hitungannya jelas dan biaya pelayanan nantinya tidak membebani masyarakat. Kalau diserahkan ke investor, semua bandara akan bisa dibagun baru seluruhnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti seputar infrastruktur jalur kereta. Menurutnya, sudah seharusnya dilakukan penambahan jalur kereta di Jawa, sembari membangun jalur kereta di kawasan-kawasan tambang di Sumatera dan Kalimantan.

"Pengangkutan batubara, nikel, dan bauksit jangan sampai menggunakan jalan raya. Karena selain mahal, juga akan merusak jalan. Dan itu kewajiban negara," kata Jokowi.

6. Administrasi birokrasi
Jokowi menutup pemaparan visi dan misinya dengan program pembenahan di bidang administrasi dan birokrasi. Ia berjanji, bila terpilih, akan segera menerapkan sistem elektronik dan jalur onlinedalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Sistem tersebut adalah sistem yang saat ini diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Kita harus menerapkan e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue, e-audit, pajak online, IMB online. Kita online-kan semua. Jadi tidak ada lagi 'ketema-ketemu', supaya 'amplop-amplopan' hilang," katanya.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/05/15/0705215/ini.visi.misi.jokowi.kalau.jadi.presiden

Sunday, 18 May 2014

Jokowi: Kalau Saya Presiden, Perpres Desa Keluar


Jokowi: Kalau Saya Presiden, Perpres Desa Keluar

Kursi Istana
30
18 Mei 2014 17:07


Jokowi di Subang, Jawa Barat. (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Desa telah disahkan menjadi Undang-Undang sejak 18 Desember 2013 lalu setelah unjuk rasa besar-besaran ribuan perangkat desa di DPR RI. Namun, hingga kini Peraturan Presiden (Perpres) UU Desa belum juga dikeluarkan pemerintah.

Ketika mendengar keluhan warga terkait itu ketika berkunjung ke Kabupaten Subang, Jawa Barat, bakal capres PDIP Jokowi berjanji akan segera mengeluarkan Perpres UU Desa apabila ia nantinya terpilih menjadi presiden.

"Kalau belum keluar, kalau saya jadi presiden, langsung saya keluarkan Perpres Desa," ujarnya di Alun-alun Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (18/5/2014).

Karena berdasarkan penjelasan Pasal 72 Ayat (2) dan Pasal 72 Ayat (4) dalam UU Desa, besaran rata-rata yang diperoleh tiap desa di Indonesia adalah senilai Rp 1,4 miliar per tahun. Dana tersebut menurutnya dapat digunakan untuk membantu pembangunan infrastruktur pertanian atau menjadi modal petani.

Namun, ia tetap berharap Perpres UU Desa dapat keluar sebelum Pemilu Presiden dilaksanakan pada 9 Juli mendatang. "Itu nanti Perpres-nya moga-moga keluar sebelum Pilpres," kata Jokowi.

Subang, menurutnya, sebagai produsen pangan keempat se-nasional dan lumbung padi harus dipertahankan. Dengan cara pemberantasan konversi lahan dari ladang padi atau kebun menjadi lahan industri, tambang, atau perumahan. Kalaupun akan dilakukan pembangunan industri, ia menyarankan di lahan yang tak subur agar tak mengganggu pertanian.

Kemudian, seharusnya petani diberikan penyuluhan untuk tak menggunakan pupuk kimia semacam pestisida, melainkan kompos. Juga tak memakai benih-benih impor yang juatru menaikkan harga produksi pangan.

"Anak cucu kita mau disuruh makan apa kalau jadi industri semuanya. Ini tugas pemerintah ke depan. Kita swasembada pangan," jelasnya.

Selanjutnya, menurut Gubernur DKI itu, infrastruktur pertanian juga dibutuhkan seperti membangun irigasi dan bendungan sebanyak-banyaknya. Bukan malah membangun pusat belanja yang justru bisa meningkatkan budaya konsumsi. Di mana seharusnya warga memperkuat produksi.

Lalu, Jokowi menambahkan, bank khusus petani pun semestinya dibentuk agar petani tak mencari pinjaman modal dari rentenir yang bunganya mencekik leher. Juga mendekatkan petani dengan pasar. Karena seringkali makelar-makelar sebabkan petani tergerus keuntungannya.

"Kalau itu dilakukan, pertukaran uang di daerah menjadi besar. Rakyat sejahtera karena rakyat berproduksi. Apalagi tahun depan persaingan bukan lagi antar daerah tapi antar negara memasuki perdagangan ASEAN. Jadi ajarilah anak-anak kerja keras, disiplin, mental berkompetisi. Itu bisa kalau melakukan revolusi mental," tutur Jokowi.

Jokowi siang ini mengunjungi Kabupaten Subang untuk temu relawan 'We Love Jokowi' sekaligus menjadi pembicara tentang pangan. Acara yang berlangsung di alun-alun Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu dipenuhi para relawan, Bupati Subang Ojang Suhandi, Ketua DPRD Subang Beni Rudiono, dan kader PDIP serta Nasdem juga PKB.

Jokowi sebelumnya tiba di alun-alun untuk temu relawan sekitar pukul 10.30 WIB. Ia disambut dengan arak-arakan Singa Barong yang dibawakan 16 laki-laki. Jokowi bersama rombongan pun kemudian menemui relawannya yang diantaranya terdiri dari forum guru ngaji, pos KB, penyuluh pertanian, pedagang, dan lainnya.(Raden Trimutia Hatta) ;

- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2051312/jokowi-kalau-saya-presiden-perpres-desa-keluar#sthash.R43hyYpR.dpuf

Tuesday, 29 April 2014

Jokowi gandeng NTT minta pasokan sapi agar Jakarta tak impor


Jokowi gandeng NTT minta pasokan sapi agar Jakarta tak impor

Reporter : Saugy Riyandi | Selasa, 29 April 2014 07:58

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya bakal melakukan penandatanganan kerja sama terkait pengembangan peternakan sapi. Penandatanganan tersebut untuk mengurangi ketergantungan impor sapi dari luar negeri.

Jokowi mengatakan harga daging sempat melonjak tajam di Jakarta lantaran tidak adanya pasokan daging. Bahkan, harga daging sapi tembus mencapai Rp 120.000 per kilogram. Pasalnya, 60 persen konsumsi daging nasional ada di Jakarta.

"Dulu langka-langkanya dan mahal-mahalnya daging, 60 persen konsumsi daging di Jakarta, saya bicara sama Gubernur NTT. Di NTT sapi banyak, daging banyak, mau ngembangin ternak sapi di sini juga bisa. Nantinya BUMD dan BUMD," ujar Jokowi di Kupang, NTT, Selasa (29/4).

Menurut Jokowi , kerja sama tersebut dapat mengurangi ketergantungan impor. Apalagi, NTT merupakan daerah yang dapat mengembangkan ternak sapi dan melakukan pembibitan sapi. Sehingga, lanjut dia, ketergantungan terhadap impor dapat diatasi.

"Jangan kita ini ketergantungan sekali dengan impor. Di sini (NTT) mestinya pembibitan bisa, penggemukan bisa, Pak Gubernur sudah bilang ada peternakan. Bukan hanya masalah lebaran, daging 60 persen konsumsi nasional itu di Jakarta," kata dia.

"Iya. Arahnya ke situ dong. Kalau kerja sama ini bisa, di sini (NTT) untung, di Jakarta untung. Artinya kita punya stok daging sapi yang jelas. Yang cukup," lanjut Jokowi .

Sunday, 27 April 2014

Visi dan misi Jokowi di bidang pertanian

Di Tengah Sawah, Jokowi Paparkan Visi-Misi
Minggu, 27 April 2014, 12:14 WIB

Pendukung Joko Widodo (Jokowi) melakukan aksi spontan mendukung pencalonan Gubernur Jakarta itu sebagai presiden.


REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi petani yang sedang panen di Desa Tanjungsari, Kecamatan Cariu, Bogor, Jawa Barat, Ahad (27/4). Tiba di lokasi sekitar pukul 09.40 WIB, Jokowi disambut sejumlah warga yang memegang bendera kecil bertuliskan 'Jokowi Presiden.'

Pria yang masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta tersebut sempat berbincang-bincang dengan petani mengenai sawah mereka. Petani di desa ini, bisa memanen enam ton padi dari satu hektare lahan karena bibit yang dipakai adalah bibit unggul. Padahal, menurut Jokowi, di banyak tempat lain di Indonesia, rata-rata petani hanya bisa memanen empat sampai lima ton saja dari lahan satu hektare.

Kemudian, di tengah sawah, dengan latar belakang petani yang sedang panen, Jokowi mejabarkan visi-misinya di bidang ketahanan pangan. Mulanya, Jokowi menunjukkan grafik lonjakan bahan pangan impor yang terus terjadi selama lima tahun terakhir di Indonesia, mulai dari impor beras, gula, kedelai, terigu, garam, kelapa sawit, bawang, kentang, hingga buah-buahan. Dia mengatakan, impor tersebut harus mulai dikurangi sedikit demi sedikit. Caranya dengan memaksimalkan produksi dalam negeri.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Jokowi telah menyiapkan enam kebijakan yang akan dia lakukan dalam bidang pertanian jika terpilih menjadi presiden nanti. Pertama, ujar dia, lahan produktif untuk pertanian dan perkebunan harus diamankan. Artinya tidak boleh dikonversi untuk kegunaan lain seperti pemukiman dan lahan tambang. "Itu harus distop," ujar Jokowi yang mengenakan pakaian khasnya, kemeja putih dan celana hitam.

Kedua, lanjut dia, petani harus mendapat pendampingan agar lahan pertanian yang terbatas bisa produktif. Petani, kata Jokowi, juga harus didampingi agar tidak menggunakan bibit dan pupuk impor. Sehingga, mereka tidak terbebani dengan biaya produksi yang mahal.

Ketiga, dia berbicara mengenai infrastruktur pertanian. Menurut Jokowi, infrastruktur pertanian mulai dari bendungan sampai saluran irigasi harus dibenahi. Sehingga, apabila musim kemarau datang, sawah tidak gagal panen karena kekeringan. Sementara kebijakan keempat, Jokowi menekankan pentingnya kualitas air yang digunakan untuk pertanian. Jangan sampai, kata dia, air yang digunakan sudah tercemar limbah.

Kemudian kebijakan kelima yaitu pasar. Jokowi menilai, pasar di Indonesia belum bisa memberikan keuntungan yang besar pada petani karena rantai perdagangan yang terlalu panjang. Selain itu, lanjut dia, teknologi pasca panen seperti pengemasan hasil panen juga belum menyentuh petani. Padahal, jika itu dilakukan, bisa menaikkan harga jual.

Yang terakhir, Jokowi mengatakan pentingnya bantuan modal untuk petani. Menurut mantan wali kota Solo tersebut, pemerintah harus membentuk bank pertanian yang bisa memberikan akses permodalan untuk petani. "Kalau itu semua dikerjakan dengan konsisten, saya yakin kita bisa swasembada pangan dalam waktu empat sampai lima tahun," ujar capres yang mendeklarasikan diri di rumah Si Pitung tersebut.

KATEGORI