PKB resmi koalisi dengan PDIP dan dukung capres Jokowi
Reporter : Anwar Khumaini | Sabtu, 10 Mei 2014 16:21
Kampanye PKB di Banyumas. ©2014 merdeka.com/chandra uwin
Merdeka.com - Setelah melakukan rapat pleno bersama antara jajaran Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro DPP PKB di Jombang. Semua pimpinan menyepakati bahwa PKB akan berkoalisi dengan PDIP dalam mengusung Capres Jokowi.
"Keputusan ini didasarkan atas maslahat kebangsaan dan kesejahteraan rakyat. PKB meyakini Jokowi akan mampu menjaga tegak dan utuhnya NKRI, pelaksanaan Islam ahlussunnah waljamaah dan peningkatan kesejahteraan rakyat seluruh indonesia," ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam rilisnya, Sabtu (10/5).
Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin ini, pilihan dan keputusan PKB yang mendukung Jokowi dan berkoalisi dengan PDIP ini semata-mata karena ingin menciptakan pemerintahan yang kuat dan berwibawa serta efektif bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pilihan PKB ini didasarkan oleh masukan dari para kiai, pengurus DPP, dan konstituen PKB yang dimintai pandangan.
"Keputusan PKB ini murni didasari oleh keinginan menciptakan pemerintahan yang kuat, efektif dan efisien. Sebab kami sadar bahwa untuk membenahi Indonesia diperlukan kerja sama yang baik dan tulus antar semua komponen bangsa," terangnya.
Bersatunya PKB dan PDIP diharapkan akan mempermudah mewujudkan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa. Menurut Cak Imin, ini karena terbukti kerja sama dan gotong royong antar pemimpin, elit dan tokoh serta basis massa PKB dan PDIP ini sudah terjalin sejak zaman revolusi kemerdekaan bangsa ini, antara para kiai dan tokoh kaum nasionalis, antara para santri dan kaum marhaen, antara PNI dan NU serta antara Bung Karno dan Mbah Hasyim Asyari serta para sesepuh NU lainnya.
"PKB meminta setelah penetapan dukungan kepada Jokowi dan berkoalisi dg PDIP ini, semua keputusan strategis baik soal strategi pemenangan dan penentuan cawapres dapat dibahas bersama antar partai koalisi pendukung Jokowi," tutupnya.