Tompel, pelempar air keras menangis ingat orang tua
Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi Senin, 7 Oktober 2013 17:47:12
Tompel si penyiram air keras. ©2013 Merdeka.com
RN (18) alias Tompel, siswa kelas XII SMK Negeri 1, Budi Utomo, Jakarta Pusat, mengaku menyesal telah menyiram air keras ke Bus PPD 213 Jurusan Kampung Melayu-Grogol, sehingga mengakibatkan 13 orang luka.
"Saya minta maaf atas perlakuan saya selama ini telah merugikan orang lain. Semoga saja yang kena air keras, cepat sembuh dan tidak mengalami cacat permanen," kata Tompel yang mengenakan, baju Tahanan, di Mapolres Jakarta Timur, Senin (7/10).
Tompel tak kuasa menahan tangis karena menyesali perbuatannya. Terlebih saat dia mengingat kedua orang tuanya yang telah susah payah menyekolahkan dirinya dan harus berakhir di balik jeruji besi.
"Untuk keluarga saya minta maaf atas kelakuan saya yang menjengkelkan selama ini. Kepada semuanya saya minta maaf, kepada keluarga atau korban, saya sungguh menyesal," ucapnya terbata-bata.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tompel pelempar air keras ke bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol, berhasil diringkus petugas Polres Jakarta Timur, Sabtu (5/10) lalu.
Dari hasil penyelidikan sementara, motif tersangka RN alias Tompel, menyiram air keras ke dalam bus PPD diduga karena dendam.
"Jadi motifnya pelaku sebelumnya pernah juga jadi korban penyiraman air keras oleh pelajar lainnya, dia dendam dan melakukan hal yang sama," kata M Shaleh beberapa waktu lalu