Jokowi Kritik Sistem Pendidikan Nasional
Oleh: Zaenal Mutaqin
Nasional - Minggu, 18 Mei 2014 | 11:49 WIB
Dalam kunjungannya ke Subang, Jokowi mengkritik sistem pendidikan nasional - inilah.com/Zaenal Mutaqin
INILAH.COM, Subang - Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo mengunjungi para relawannya yang tergabung dalam relawan We Love Jokowi Kabupaten Subang, di lapangan alun-alun Kota Subang, Minggu (18/5/2014).
Dalam kunjungannya tersebut, pria yang akrab disapa Jokowi tersebut langsung disambut ribuan relawan yang sudah lama menunggunya.
Ia pun langsung berdialog dengan massa yang di dalamnya ikut berbaur beberapa forum. Di antaranya Forum Guru Ngaji (FKGN), Forum Penyuluh Pertanian, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Usia Dini (Himpaudi).
Namun, sebelum menjawab pertanyaan dan keluh kesah yang disampaikan forum tersebut, Jokowi berbalik berkeluh kesah di hadapan ribuan massa. "Ternyata di Subang panas," keluh Jokowi yang disambut gelak tawa massa yang hadir.
Dalam pemaparannya, Jokowi mengkritisi sistem kurikulum pendidikan nasional saat ini. Menurutnya, Indonesia harus mengedepankan kurikulum berbasis akhlak.
"Kurikulum pendidikan harus dievaluasi. Ke depan, mestinya pendidikan karakter itu harus betul-betul ditanamkan sejak SD, agar anak-anak memiliki pondasi yang kuat dalam membentuk karakter, sehingga menjadikan negara ini sebagai bangsa yang berkarakter," jelas Jokowi.
Idealnya, untuk sekolah dasar (SD) 80% diisi pendidikan akhlak, karater, dan budi pekerti sedangkan sisanya pengetahuan umum. Untuk SMP 60% akhlak, karater, dan budi pekerti 40%nya pengetahuan umum. Sedangkan untuk SMA sebaliknya dari SMP.
"Kalau pendidikan sekarang tinggat SD terlalu dijejali matematika dan pengetahuan umum lainnya," pungkasnya. [rni]