Berantas Mafia Minyak, PDIP Usulkan Pertamina 'Go Public'
Dhanu Akbar Muhamad Daeng - Sabtu, 30-08-2014 22:39
Pertamina (Foto: Aktual.co/Istimewa)
Harus Go public agar lebih transparan karena harus kita lakukan audit. Bagaimana bisa mereka menghitung kalau tidak bisa mengurai berapa yang di impor berapa yang dipakai dalam negeri. Itu harus jelas dan transparan
Jakarta, Aktual.co —Anggota Komisi VII dan fraksi PDI-Perjuangan Effendi Simbolon mengatakan bahwa pemerintah yang akan datang nanti wajib membangun kilang minyak di tanah air dan menuntaskan permasalahan mafia migas di Pemerintahan.
Menurutnya ada ketidakjujuran yang terjadi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terutama Pertamina. Maka dari itu, untuk mewujudkan transparansi ia mengusulkan Pertamina agar segera "Go Public".
"Harus Go public agar lebih transparan karena harus kita lakukan audit. Bagaimana bisa mereka menghitung kalau tidak bisa mengurai berapa yang di impor berapa yang dipakai dalam negeri. Itu harus jelas dan transparan," kata Effendi Simbolon di Jakarta, Sabtu (30/8).
Lebih lanjut ia menambahkan, hal tersebut sudah ada dalam program Presiden terpilih Joko Widodo. Mantan Walikota Solo itu disebut sebut akan membangun dua kilang minyak baru dengan kapasitas masing-masing mencapai 500.000 barel per hari. Tujuannya untuk menekan impor BBM selama ini yang cukup besar.
"Pak Jokowi akan membangun kilang minimal dua kilang minyak baru kapasitas 300.000 hingga 500.000 barel/hari, kita akan bangun," katanya.
Effendi mengungkapkan dua kilang minyak baru akan dibangun di daerah Bontang, Kalimantan Timur dan satu lagi di Indonesia bagian Timur.
"Di dalam pemerintahan SBY sudah dialokasikan, studi anggaran bahkan sudah ada dan Pertamina sudah menyiapkan dana, tetapi lagi-lagi katanya tidak ada stock crude-nya, teknologinya juga nggak ada dan selalu saja terhalang oleh kepentingan para penguasaha migas. Pokoknya para mafia migas ini harus kita hentikan," paparnya
http://www.aktual.co/ekonomibisnis/220909berantas-mafia-minyak-pdip-usulkan-pertamina-go-public