Subsidi BBM Merupakan Pemborosan APBN
Senin, 27 Januari 2014 15:43 wib | Hendra Kusuma - Okezone
Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS) mengatakan subsidi BBM yang tertera dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) merupakan pemborosan dan mencitrakan struktur APBN yang rapuh.
"Karena subsidi BBM merupakan pengeluaran terbesar di dalam APBN dan mengalahkan untuk infrastruktur, belanja sosial, gaji pegawai, dan sebagainya," kata Suryo saat Press Conference Kepemimpinan Ekonomi Baru 2014 di Kantornya, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Pria yang kerap disapa Gembong ini juga menambahkan, Kadin menyuarakan agar masalah kebijaksanaan fiskal yang diwariskan ini benar-benar dicermati oleh pemerintah mendatang dalam rangka menciptakan struktur dan kualitas anggaran belanja yang lebih berkualitas.
"Karena masalah ekonomi mendesak ditanggapi dengan akrobat politik, sehingga APBN jebol dan impor BBM menguras cadangan devisa," jelasnya.
Adapun, lanjut Suryo, krisis nilai tukar dan kepercayaan pasar yang menurun juga merupakan refleksi kurang baiknya pengelolaan kebijakan fiskal. Meski pasar percaya bahwa ekonomi Indonesia memiliki peluang baik, namun di sisi lain masih belum percaya bahwa pemerintah cukup efektif dalam mengatasi masalah fiskal.
Suryo menjelaskan, harga BBM yang murah dan kurang rasional juga telah mengakibatkan peningkatan konsumsi dan impor BBM yang sangat tinggi dan tidak rasional. Akibatnya sektor perdagangan mengalami defisit, sehingga menekan neraca transaksi berjalan.
"Ini yang memicu ketidakpercayaan pelaku pasar terhadap kebijakan pemerintah dan masa depan ekonomi Indonesia ke depan," tutupnya
http://economy.okezone.com/read/2014/01/27/20/932298/subsidi-bbm-merupakan-pemborosan-apbn