Friday, 16 May 2014

Ahok geram loper-pemulung jadi pegawai siluman Dinas Kebersihan


Ahok geram loper-pemulung jadi pegawai siluman Dinas Kebersihan

Reporter : Muhammad Sholeh | Jumat, 16 Mei 2014 16:06







Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dinas Kebersihan DKI Jakarta diminta untuk menyusun dan mendata kembali petugas kebersihan selama dua pekan ini. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menegaskan, pekan depan data petugas kebersihan harus sudah berada di tangannya.

"Saya kasih waktu dua minggu. Sekarang sudah satu minggu berlalu. Enggak tahu deh minggu depan bisa apa enggak tuh datanya siap," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (16/5).

Menurut Ahok, ada 2 penyebab mengapa jumlah petugas kebersihan saat ini membludak. Pertama, kata Ahok, Dinas Kebersihan panik karena selama ini data yang digunakan adalah fiktif dan kemudian mencari nama-nama orang lain sehingga kelebihan jumlahnya mencapai 10.721 orang.

Kemudian sebab yang kedua, jelas Ahok, adanya tenaga honorer yang ingin diangkat menjadi PNS DKI meskipun hanya sebagai tukang sapu jalan.

"Saya sinyalir di Dinsih ada loper koran dan pemulung. Jadi namanya saja dimasukkan, terus dibilang kamu nggak usah kerja, tapi kami numpang nama kamu. Nanti kamu separuhnya dapat uangnya. Kamu mau dong, kamu enggak usah kerja, cuma numpang nama kami, kamu dapat setengah, seperempat atau 10% juga mau," jelas Ahok.

Oleh karena itu, orang nomor dua di Jakarta itu memerintahkan Bank DKI untuk tidak mencairkan dananya bila petugas yang namanya terdaftar tidak hadir.

"Nah ini kita lagi cek, orang-orang ini sudah berapa lama bekerja sebagai petugas kebersihan. Dia main titipin kan, ngambil gelondongan kan. Saya sudah bilang ke Bank DKI, tidak boleh ada yang dikuasakan ke siapapun ngambil uang, kecuali dia sakit, ya ke istrinya atau anaknya, kalau orang luar enggak boleh, tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok geram dengan kinerja Kepala Dinas Kebersihan Saptastri Ediningtyas dan jajarannya. Kemarahan Ahok muncul lantaran kepala dinas tersebut diduga memanipulasi jumlah pekerja dan memaksa swasta memecat pegawainya agar Dinas Kebersihan bisa memasukkan orang untuk menjadi pekerja baru.

"Kok tega orang kerja 20 tahun dipecat begitu saja, direkrut baru. Saya sudah marah ini kejam. Ini lebih gila lagi," kata Ahok di ruang rapat Balai Kota, Jakarta, Kamis (8/7).

KATEGORI